Monsinyur Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Militer Indonesia, tiba Selasa (10/10) pukul 08.30 di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Ia datang untuk mengunjungi para TNI/POLRI yang beragama Katolik di wilayah Keuskupan Agung Palembang. Beliau disambut oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Palembang dan rombongan di ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badarudin II.


Usai acara penyambutan, rombongan kemudian berangkat ke Kodam II Sriwijaya di Jalan Sudirman Palembang. Kardinal Ignatius menunjungi Kodam II Sriwijaya untuk meminta izin pertemuan dengan para anggota TNI yang beragama Katolik. Kardinal Ignatius menekankan pada semboyan 100% Katolik, 100% Indonesia.


Tahun 1949 didirikan lembaga ini. Ada satu keuskupan khusus tidak berdasar teritorial, tapi kategorial yang dinamakan Keuskupan Militer. Keuskupan untuk umat Katolik dalam lingkungan TNI Polri. Uskup militer pertama Mgr. Soegija.
“Salah satu tugas kami membantu dinas pembinaan mental komunitas Katolik bagi anggota TNI dan Polri yang beragama Katolik,” kata Kardinal Ignatius yang juga Uskup Agung Jakarta ini.


Kini ada dua imam di angkatan Laut yang sedang menjalani pendidikan di Yogyakarta. Salah satunya adalah Romo Fransiskus Riyanto yang berasal dari Keuskupan Agung Palembang.
Di Kodam II Sriwijaya, Kardinal Ignatius disambut oleh Irdam Brigjen TNI Heru Setio Paripurnawan, M.D.A. M.S.S. “Mohon maaf dari panglima, karena beliau sangat sibuk dengan gubernur. Selamat datang dalam Kodam. Bagi TNI, tugas-tugas keagamaan sangat strategis,” kata Irdam Brigjen TNI Heru.


Usai mengunjungi Kodam II Sriwijaya, Kardinal Ignatius mengunjungi Kapolda Sumatera Selatan.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami dari Jakarta. Kami datang sebagai bagian dari Gereja Katolik. Di Indonesia ada 37 keuskupan tertorial dan 1 keuskupan khusus untuk TNI dan Polri,” kata Kardinal Ignatius.

Pembinaan Mental dan Rohani
Kardinal Suharyo mengisahkan awal Keuskupan Militer. “Gereja Katolik sungguh mendukung kemerdekaan RI, sehingga didirikan Keuskupan Militer. Uskup pertama adalah Mgr. Soegijapranata, yang namanya kini menjadi nama jalan dan universitas. Waktu itu uskup militer mengirim pastor-pastor untuk mendampingi TNI dan Polri dengan pangkat Tituler. Namun karena pangkat tituler tidak ada lagi, maka Kardinal Julius Darmoatmojo mengirim pastor-pastor ke bagian pendidikan.”
“Bapak Kardinal mengangkat PNS di lingkungan TNI/Polri. Sebagai inisiatif berikutnya, ada semacam persetujuan akan dibuka kesempatan untuk perwira karya para pastor, untuk masuk ke pendidikan lewat akademi. Karena itu, di awal, didaftarkan 4 imam. Hasilnya, 2 berhasil lolos, 2 gagal.”



Kepada Kapolda Sumatera Selatan, Kardinal Ignatius menyampaikan maksud kedatangannya untuk mengadakan mengadakan pertemuan anggota TNI dan Polri yang beragama katolik difasilitasi oleh Bapak Uskup Agung Palembang di Paroki Katedral St. Maria. Kapolda Sumatera Selatan menyatakan senang atas kehadiran Bapak Kardinal di Polda Sumatera Selatan.
“Kehadiran ini sangat membawa berkat,” kata Irjen Pol. A. Rachmad W. SIK., Kapolda Sumatera Selatan.
Sekarang ini, aparatur keamanan sedang concern mengentaskan polusi udara di daerah Sumatera bagian selatan serta mengamankan pesta demokrasi. Sementara itu, dalam pernyataannya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, menandaskan komitmen pihak keuskupan untuk membina kerohanian anggota TNI/Polri lewat Romo Agustinus Riyanto SCJ, yang menangani pastoral bagi para anggota TNI/Polri.

“Romo Bintoro meminta saya meminta 1 perwira karier, saya juga mengirimkan 1 dari Keuskupan Agung Palembang. Semoga lancar dan berguna untuk pembinaan mental TNI/POLRI. Ini melanjutkan komitmen bapak-bapak uskup, khususnya Bapak Uskup Soegija, yang menasehatkan kita harus 100% Katolik, 100% Indonesia. Terima kasih Bapak Kapolda yang juga pernah mengadakan Ekaristi yang saya pimpin. Semoga pesta demokrasi kita tidak terpecah2. TNI/Polri komitmen, Gereja dalam arti tertentu kami sama, netral.

Kunjungan terakhir adalah ke Keuskupan Agung Palembang. Mgr. Emeritus Aloysius Sudarso SCJ menyambut para tamu undangan. Di sini, mereka dijamu makan siang dan sekaligus merayakan 10 tahun tahbisan episkopal Mgr. Yohanes Harun Yuwono.










** Romo Frans de Sales SCJ/ Kristiana Rinawati
