Uskup Harun baru saja melantik Vikaris Jendral (VikJen) baru pada 30 Agustus lalu. Rm Yohanes Kristianto Pr menggantikan Rm Felix Astono Atmaja SCJ. Serah terima jabatan Vikjen ini berlangsung Selasa (17/10) lalu di wisma keuskupan Agung Palembang. Acara ini diawali dengan ibadat sore yang dipimpin oleh Rm Eko Harmoko Pr.
Setelah 12 tahun melayani Keuskupan Agung Palembang sebagai Vikjen, akhirnya Romo Astono mendapat tugas baru sebagai pastor Paroki Gregorius Agung, Jambi. Satu dekade lebih mengabdi untuk melayani uskup dalam berbagai tugas perutusan tentu banyak sekali pengalaman dan kenangan bersama uskup. Terlebih Romo Astono mendampingi 2 uskup, yaitu Uskup Emeritus Sudarso dan Uskup Harun.

Tidak banyak kata yang disampaikan Romo Astono, namun ia memiliki pesan khusus untuk Vikjen baru yang disampaikan lewat pantun.
“Sungguh indah aneka bunga diatur. Rapi tertata menghias ruangan ini. PR banyaklah yang ditinggalkan untuk pastur, mohon diterima dan digarap dengan murah hati.”
Romo Kristianto mengaku deg-degan sejak uskup memanggil beliau. Bahkan beliau juga sempat bergumul dengan berbagai macam perasaan galau, merasa tidak mampu.
“Biasanya saya menjalankan tugas di paroki-paroki tidak deg-degan. Tapi ketika tugas ini diberikan pada saya, saya tidak bisa tidur. Terjebak antara merasa tidak mampu, tapi juga pilihan saya sebagai imam diosesan harus taat pada uskup. Tapi syukurlah yang mendorong saya adalah ketaatan pada uskup. Maka tugas ini saya terima.”

Romo Kris juga membenarkan perkataan Romo Astono mengenai ‘PR’ yang banyak itu. Dengan berbagai macam tantangan dan tugas yang mesti dilakukan oleh seorang Vikjen, Romo Kris berprinsip untuk tetap menjalaninya.
“Uskup berpesan, ‘Kamu tidak sendirian. Ada tim yang bekerja bersama yang menjadi bagian penggembalaan uskup.’ Karena itu saya mengucapkan terima kasih untuk tugas yang dipercayakan pada saya. Terima kasih Uskup Emeritus yang mentahbisankan saya. Terima kasih Romo Astono yang menjalankan tugas sebagai Vikjen selama 12 tahun. Mari saling mendoakan,” tutup Romo Kris.


“Ke Penarik romo membawa selasih. Ke Pagar Alam membawa jagung. Romo Astono yang terkasih, selamat jalan ke Gregorius Agung.”
Demikian sepenggal pantun yang disampaikan oleh Uskup Harun untuk mengawali sambutannya. Diakui oleh Uskup Harun, Romo Astono yang merupakan kakak tingkatnya, adalah seseorang dengan reputasi baik. Bapa Uskup menceritakan bagaimana Romo Astono membantu beliau dalam pelayanannya sebagai uskup yang baru di Keuskupan Agung Palembang. Bahkan Romo Astono sempat akan diutus untuk misi di Kalimantan. Namun atas permintaan Uskup Harun, Romo Astono tetap mendampingi beliau sebagai Vikjen.
“Ketika saya masuk Palembang, beliau juga ingin berhenti bersama Uskup Emeritus. Saya meminta pada provinsial dan beliau untuk menemani saya dulu. Beliau adalah romo yang mengetahui semuanya tentang Keuskupan Agung Palembang. Terima kasih untuk pelayanan dan pertemanan yang tulus dan jujur, juga rendah hati.”



Uskup Emeritus juga tak ingin ketinggalan menyapa Romo Astono yang telah mendampingi beliau selama satu dekade.
“Memang saya tidak bisa bekerja tanpa Vikjen. Selama bersama saya, beliau pergi menjalankan tugas, pulang juga pasti membawa sesuatu karena banyak umat yang mengenal. Maka, ini pesan untuk Romo Kris juga,” kata Uskup Emeritus yang disambut tawa umat.
Uskup Emeritus menggarisbawahi peran Vikaris Jendral yang sangat penting dalam sebuah keuskupan. Vikjen adalah panglima dalam pelayanan pastoral. Maka, uskup sangat membutuhkan Vikjen di sisinya.
“Peran Vikjen sangat penting, terutama dalam koordinasi pastoral, menyemangati komisi-komisi, membantu uskup, dan mengembangkan keuskupan ini. Maka, selamat bertugas Romo Kris. Selamat bertugas Romo Astono. Terima kasih atas pelayanannya.”
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama. **
Maria Sylvista
