Selamat tahun baru! Bertepatan dengan Tahun Baru Masehi, Gereja Katolik merayakan dua hal yang penting, yaitu Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia. Dua perayaan yang tidak hanya penting, tapi juga saling berhubungan. Yuk, kita lihat makna dan hubungan dari kedua perayaan ini!

Kita mulai dengan menjawab sebuah pertanyaan: mengapa Gereja Katolik menggelari Maria sebagai Bunda Allah? Singkatnya: Yesus adalah Allah. Maria adalah ibu Yesus. Maka, Maria adalah Bunda Allah.
Namun, ada pesan yang ingin disampaikan oleh Gereja. Bunda Allah adalah salah satu dari keempat dogma Bunda Maria, yang diproklamasikan di Konsili Efesus tahun 431. Melalui dogma Maria Bunda Allah, Gereja ingin mengajarkan kalau Yesus yang sejak semula adalah Allah, dengan kelahiran-Nya ke dunia, Dia menyandang dua kodrat, yaitu Allah dan manusia. Kedua kodrat Yesus yang tidak bisa dipisahkan.

Kalau Maria adalah Bunda Allah, berarti Maria lebih hebat dong dibandingkan Yesus? Tentu tidak! Ini pandangan yang keliru, guys!
Gelar Bunda Allah tidak berarti Bunda Maria lebih tua, atau lebih dulu ada dari Tuhan Yesus, tidak! Iman Katolik mengajarkan kalau Yesus adalah Allah, which is, Yesus sudah ada sejak awal mula, jauh sebelum Bunda Maria ada.
Nah, Bunda Allah maksudnya karena ‘kemanusiaan atau kedagingan’ Yesus sepenuhnya diambil dari Bunda Maria. Maka, akan menjadi jelas kalau kita melihat gelar Bunda Allah ini dalam bahasa Yunani, yaitu Theotokos. Θεός (baca: Theós) artinya Allah; τόκος (baca: tókos) artinya yang melahirkan. Simpulannya, Maria Bunda Allah karena Yesus adalah Allah. Bunda Maria melahirkan Tuhan Yesus menjadi manusia. Jadi, Maria disebut Bunda Allah.


Sebutan Bunda Allah sebenarnya juga telah dikatakan oleh Santa Elisabeth, saat dia dikunjungi oleh Bunda Maria. “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Lukas 1:43)
Lalu tentang Hari Doa untuk Perdamaian Dunia. Hari Perdamaian Sedunia atau World Day of Peace ditetapkan oleh Paus Paulus VI pada tahun 1967 dan dirayakan pertama kali setahun setelahnya. Inspirasinya dari Ensiklik Paus Yohanes XXIII berjudul Pacem in Terris (Damai di Bumi) juga Ensikliknya sendiri yaitu Populorum Progressio.
Di hari ini, Paus menulis surat tidak hanya untuk kita umat Katolik, tapi juga bagi dunia, yang berisi tentang ajaran damai.
Well, Hari Raya Santa Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia masih berada dalam momen Natal. Dan kita tahu, yang datang di Hari Natal adalah Raja Damai. Maka, di hari pertama tahun ini, yuk kita menerima Yesus yang adalah Raja Damai, seperti Bunda Maria yang telah lebih dulu menerima Dia.
I wish you a merry Christmas and happy new year. Thank you for watching and God bless you!
**Kristiana Rinawati
Baca juga: Bacaan Liturgi Senin, 01 Januari 2024
