Manusia yang terbatas sering mengalami kegalauan dalam hidupnya. Apalagi ketika ada masalah atau persoalan berat yang menghadang dirinya. Karena itu, manusia mesti menyerahkan seluruh hidupnya kepada penyelenggaraan Tuhan.
Ada seorang gadis yang mengalami gangguan mata. Sejak berusia dua belas tahun, matanya mulai kabur. Orangtuanya membawanya ke dokter mata, namun pengobatan selalu gagal. Lama-kelamaan ia menjadi hampir buta. Ia melihat orang yang berjalan seperti pohon yang bergerak-gerak.
Namun gadis itu pasrah pada keadaannya. Ia menerima apa yang terjadi atas dirinya sambil memohon kekuatan dari Tuhan. Ia berharap, Tuhan akan menyembuhkan matanya. Ia mengatakan bahwa usaha manusia itu terbatas. Namun Tuhan memiliki kuasa yang tak terbatas. Ia mengharapkan mujijat dari Tuhan.
Suatu ketika ia sungguh-sungguh memperoleh mujijat dari Tuhan. Ia mulai melihat sesuatu dengan lebih jelas. Dia bersyukur matanya mulai pulih meski berjalan perlahan-lahan.

Tinggalkan Kesombongan
Banyak orang merasa bahwa kekuatan dirinya mampu mengatasi banyak hal. Mereka kemudian berusaha mati-matian untuk mengatasi berbagai kesulitan yang mereka hadapi. Ketika kegagalan menimpa diri mereka, mereka tidak mau menerima. Mereka mulai menyalahkan orang lain. Atau bahkan menyalahkan Tuhan.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani berserah diri kepada kekuatan Ilahi. Gadis itu memasrahkan kondisi dirinya kepada Tuhan. Dia punya keyakinan bahwa Tuhan memiliki kekuatan yang melebihi usaha-usaha dirinya. Mengapa? Karena Tuhan memiliki kemampuan yang tak terbatas.
Sikap pasrah kepada Tuhan merupakan ciri khas orang beriman. Manusia mesti menyadari bahwa dirinya sendiri tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapinya. Ada kekuatan Tuhan yang tak terbatas yang mampu mengatasi setiap persoalan hidup manusia.
Untuk itu, dibutuhkan iman yang mendalam kepada Tuhan. Artinya, orang mesti yakin dan percaya bahwa Tuhan mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia. Beriman berarti orang mau merendahkan diri di hadapan Tuhan. Orang tidak merasa bahwa hanya dirinya yang mampu menyelesaikan persoalan hidupnya.
Mari kita terus-menerus menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Dengan demikan, hidup kita menjadi kesempatan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
