Banyak orang tidak mau repot dalam hidup ini. Karena itu, mereka berani melepaskan hal-hal yang mereka anggap tidak berguna lagi.
Seorang kakek sangat kaget menyaksikan beberapa cucunya yang punya mental rusak buang. Artinya, ada mainan yang rusak langsung dibuang. Lalu mereka meminta orangtua untuk membeli yang baru. Yang rusak tidak diperbaiki dulu, karena menurut mereka hal itu hanya membuat repot.
“Kok kamu tidak memperbaiki dulu handphonemu yang rusak? Kok gampang sekali beli yang baru?” Tanya kakek itu kepada salah seorang cucunya.
Cucunya itu tersenyum mendengar pertanyaan kakeknya. Baginya, kakeknya sudah ketinggalan zaman. Berbagai pekerjaan zaman sekarang menuntut kecepatan. Menunggu perbaikan menghambat pekerjaan, karena lama.
“Kakek, kalau kita tunggu perbaikan akan menghambat pekerjaan. Jadi sekarang itu sistemnya lempar yang lama, beli yang baru. Yah, supaya pekerjaan tidak terhambat,” katanya kepada kakeknya.
Kakeknya belum bisa mengerti penjelasan seperti itu. Namun dia bisa memahami bahwa hal itu bisa terjadi karena cucunya seorang bisnisman yang mesti bekerja dengan cepat. Dia pun tidak mempersoalkan terlalu jauh tentang kondisi seperti itu.

Jangan Terseret Arus Zaman
Kita hidup dalam dunia yang serba canggih. Mereka yang sudah tua seolah-olah terseret ke arus kemajuan zaman yang serba canggih itu. Kalau tidak masuk ke dalamnya berarti terlambat dan tertinggal. Berbagai langkah hidup pun tampak terhambat. Kemajuan tidak bisa diraih dengan cepat lagi.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani masuk ke dalam kemajuan zaman yang begitu cepat. Kakek itu terkejut menyaksikan tingkah cucunya yang begitu mudah membeli handphone yang baru. Semestinya handphone yang rusak itu diperbaiki. Sementara sang cucu yang seorang pebisnis memiliki cara pandang yang lain demi pekerjaannya.
Kita menyaksikan banyak orang begitu mudah membuang sesuatu yang dianggap tidak berguna lagi. Mereka tidak mau repot-repot atau hal-hal yang rusak dan lama itu dianggap mengganggu kehidupan mereka. Karena itu, begitu tidak dibutuhkan lagi ya dibuang saja. Tentu saja untuk hal-hal yang mengganggu kehidupan, sebaiknya dibuang jauh-jauh bahkan kalau perlu dihancurleburkan sekalian.
Ketika dosa dan kejahatan mengancam hidup kita, kita mesti berani membentengi diri kita. Kita mesti berani membuangnya jauh-jauh, karena dosa dan kejahatan menawarkan hal-hal yang instan bagi diri kita. Ketika kita membuka hati dan pikiran untuk menerimanya, kita akan mengalami kehancuran. Kita akan mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dari dosa dan kejahatan itu.
Orang beriman memohon bantuan rahmat Tuhan untuk menyingkirkan dosa dan kejahatan dari hidupnya. Mari kita terus-menerus berjuang untuk membuang dosa dan kejahatan dari hidup kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesempatan untuk melakukan hal-hal yang terbaik bagi diri dan sesama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
