Waspada Love Scam!

Love scam atau penipuan berkedok cinta sangatlah miris. Hal ini disampaikan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang, RP Anselmus Amo MSC, Sabtu (30/7). Ini merupakan salah satu materi yang diberikan dalam Temu Akbar Kaum Muda (TAKM) Distrik Tugumulyo, Lubuk Linggau, dan Curup (Tugulucu).

Mengusung tema Mewartakan Kasih di Era Digital, Romo Amo, sapaan akrabnya, menyampaikan materi tentang Orang Muda Katolik di Era Digitalisasi: Waspada Love Scam. Bagi Romo Amo, love scam adalah kejahatan yang tak terlelakkan di kalangan kaum muda. Mayoritas korban adalah kaum perempuan dan instrumen yang marak digunakan adalah media sosial.

Romo Amo MSC (kanan) sedang memberikan presentasinya tentang love scam

“Media sosial yang sering digunakan oleh penipu love scammer adalah facebook dan Instagram. Yang lain ada, tetapi hanya sedikit presentasenya. Sedangkan facebook 51,85% dan Instagram 20,37%. Ini terjadi di tahun 2021,” papar Romo Amo.

Menurut Romo Amo, kerugian terbesar adalah finansial. Berdasarkan data yang digunakannya, tahun 2020 sebanyak 199 korban mengalami kerugian sebesar 13,6 miliar rupiah, sedangkan tahun 2021 kuantitas korban menurun dengan jumlah kerugian sebesar 4,9 miliar rupiah.

Beberapa trik digunakan tersangka love scammer misalnya dengan menggunakan permainan psikologi. Tersangka memanfaatkan ‘perasaan cinta’ korban untuk mengeruk sejumlah uang. Jadi, selain patah hati, korban juga stress karena uangnya habis.

“Karena itu, orang muda harus waspada love scam. Jatuh cinta boleh, ‘bodok’ (bodoh) jangan,” katanya kepada sekitar 400 OMK Tugulucu ini.

Beberapa tips diberikan Romo Amo untuk mencegah love scam. Diantaranya adalah jangan pernah mengirimkan uang, jangan membagikan informasi pribadi di media sosial, waspada dengan hubungan antarnegara, waspadai pertemanan yang hanya menggunakan panggilan suara atau panggilan video, dan berikan batasan-batasan terutama yang menyangkut seks.

**Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.