Jadi Pewarta Injil di Era Digital

Mewartakan Injil adalah salah satu tugas orang Katolik. Ini adalah konsekuensi dari baptisan yang diterima. “Dengan dibaptis, kita diberi martabat imam, yaitu untuk menguduskan dunia; nabi untuk mewartakan; dan raja untuk memimpin,” jelas Romo Frans de Sales SCJ pada sabtu pagi, (30/7) lalu.

Romo Frans yang berkarya sebagai Ketua Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Agung Palembang, memberikan materi tentang pemanfaatan media digital sebagai sarana pewartaan. Materi ini diberikan dalam Temu Akbar Kaum Muda (TAKM) Distrik Tugumulyo, Lubuk Linggau, dan Curup (Tugulucu), yang berlangsung Jumat-Minggu (29-31 Juli).

Romo Frans de Sales SCJ

Model Pewartaan Sesuai Zaman

Mewartakan kabar sukacita atau Injil merupakan tugas setiap orang Katolik. “Mengapa OMK Tugulucu perlu mewartakan kabar sukacita? Karena perintah Yesus sendiri, ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’ Setelah kenaikkan-Nya ke surga, para murid pergi ke seluruh penjuru dunia untuk mewartakan Injil. Mereka menggunakan berbagai media. Santo Paulus menggunakan menulis surat kepada jemaat-jemaat, misalnya jemaat di Korintus, Filipi, Roma, saat dia dipenjara,” kata Romo Frans SCJ.

Tugas mewartakan Injil ini lantas berlangsung hingga sekarang ini. Namun, media yang digunakan tentunya harus selaras dengan perkembangan zaman. “Saat ini kita berada di era digital. Lalu mengapa kita harus mewartakan Injil di dunia digital? Karena orang-orang jaman ini berselancar di dunia digital, salah satunya media sosial. Kalian punya facebook? Instagram? Tiktok? Masa kalian kalah. Saya saja punya Tiktok!” kata Romo Frans yang disambung tawa hampir 400 orang muda ini.

OMK Tugulucu menggunakan handphone saat outbound

Media Sosial Punya Power

Penting bagi orang muda, kata Romo Frans, untuk memegang kendali di media sosial. Terlibat aktif menjadi produsen untuk mewartakan Injil. “Karena media sosial punya power. Contohnya beberapa waktu lalu, ada yang menulis di Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tentang Trinitas. Dikatakan Trinitasnya orang Kristen Protestan dan Katolik itu Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus. Lalu Romo Sigit Pranoto SCJ menulis di twitter-nya dan menge-tag akun @Kemendikbud_RI. Lalu ada tanggapan dari mereka dan mereka janji akan merevisi. Media sosial punya power!” jelas Romo Frans.

Karena media sosial yang kuat berpengaruh, Romo Frans mengajak OMK Tugulucu untuk membuat dan mengunggah konten digital dalam bentuk foto, video, dan audio. “Caranya yang sederhana saja. Misalnya kalian ikut romo ke stasi. Videokanlah perjalanan kalian. Bagikanlah sesuatu yang baik itu di media sosial kalian,” kata Romo Frans. **

Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.