Memperjuangkan Kepentingan Bersama

“Pertanyaan dasarnya adalah, sanggupkah kita sebagai bangsa mengembangkan sikap meninggikan kepentingan bersama itu dan mengalahkan kepentingan pribadi para pemimpin bangsa kita?” tanya Presiden Abdurrahman Wahid

Komunisme tidak mempercayai eksistensi surga dan kekekalan. Walau demikian, pemerintahan komunis di Rusia menjanjikan kemunculan generasi baru manusia yang berwatak luhur. Dengan mengabaikan kekekalan sebagai daya dorong, mungkinkah mereka mencapainya?

Keruntuhan komunisme sekian dekade kemudian menyingkapkan borok-boroknya. Alih-alih bangkitnya “Manusia Sosialis Baru”, rata-rata warga Soviet lebih suka menghabiskan uang untuk mabuk-mabukan daripada membantu anak-anak yang membutuhkan.

Josef Tson, seorang pendeta Rumania, mengatakan bahwa kaum komunis tidak punya motivasi untuk berbuat baik. “Mereka melihat bahwa dalam dunia yang sepenuhnya material, hanya ia yang bergegas-gegas dan menyambar bagi dirinya sendiri, yang bisa memiliki sesuatu. Buat apa mereka menyangkal diri dan jujur? Apa motivasi yang bisa ditawarkan pada mereka untuk menjalani hidup yang berguna bagi orang lain?” tanyanya.

Bangun Kepedulian Bersama

Kita hidup dalam dunia dengan berbagai aliran atau paham. Ada aliran yang mengutamakan kepentingan diri sendiri. Ada aliran yang mengutamakan kepentingan banyak orang. Aliran yang mementingkan diri sendiri berjuang mati-matian demi keselamatan dirinya sendiri. Orang lain tidak dipedulikan. Orang lain tidak dianggap. Sedangkan aliran yang mengutamakan kepentingan banyak orang selalu mengusahakan keselamatan bersama.

Kisah di atas mengingatkan kita untuk membendung aliran komunisme yang digunakan oleh kelompok tertentu demi kepentingan kelompoknya. Janji-janji buta komunisme terhadap masyarakat sering membawa masyarakat ke alam mimpi. Tidak ada motivasi yang kuat untuk melakukan sesuatu demi diri dan banyak orang.

Yang dibutuhkan oleh orang beriman adalah melihat hidup dari perspektif yang lebih luas. Orang tidak melihat hidup ini dari perspektif demi kepentingan dan keselamatan diri sendiri saja. Namun orang mesti melihat bahwa kepentingan dirinya dapat tercapai, kalau kepentingan bersama sungguh-sungguh ada dalam hidup.

Mari kita terus-menerus mengusahakan kesejahteran bersama demi hidup bersama yang lebih baik. Dengan demikian, hidup ini menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.