Sejarah Rosario

Di Bulan Oktober ini, Bunda Maria pasti sibuk banget! Ya gimana ga sibuk, banyak banget orang Katolik, bahkan non-Katolik berziarah ke Gua Maria, membawa bunga, menyalakan lilin, juga berdoa Rosario. Ngomong-ngomong soal Rosario, pernah ga sih kalian bertanya-tanya, dari mana sih asalnya Rosario? Kenapa Rosario itu ada salib dan susunan manik-maniknya kayak gitu? Yuk cari tahu!

Jadi, konon setidaknya ada dua peristiwa yang menjadi sejarah dari Rosario yang kita kenal sekarang ini.

Pertama, penggunaan rosario itu mulanya dari laku saleh para biarawan Katolik. Jadi, mereka punya tradisi mendoakan Mazmur, sebanyak 150 Mazmur. Nah dulu, di awal abad pertengahan, Kitab Suci kita diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin, jadi Mazmur yang didaraskan memakai Bahasa Latin. Jumlah Kitab Suci pun sedikit waktu itu. Biarawan yang terpelajar, bisa dong mendaraskan mazmur. Tapi sayangnya, banyak juga biarawan yang buta huruf. Biasanya mereka bekerja di ladang.

Nah, biarawan yang buta huruf ini ingin terlibat dalam olah kesalehan para biarawan yang bisa membaca. Bahkan banyak di antara umat pun ingin. Tapi mereka tidak bisa membaca dan menghafal ke-150 Mazmur itu.

Then, mereka pun mengejar kesalehan dengan cara mereka sendiri. Mereka mengganti Mazmur dengan doa Bapa Kami.  Untuk memudahkan, mereka mengelompokkan Doa Bapa Kami ini dalam 50 kali. Waktu itu, belum ada manik-manik Rosario seperti sekarang ini. Maka, mereka menghitung menggunakan batu kerikil.

Kisah kedua, mengatakan bahwa Doa Rosario berasal dari Bunda Maria sendiri. Jadi, sekitar tahun 1208, Bunda Maria menampakkan diri kepada Santo Dominikus, memberinya sebuah rosario, dan meminta agar orang-orang Kristen pada waktu itu, berdoa doa Salam Maria, Bapa Kami, dan Kemuliaan. Fun fact, Rosario St. Dominikus ini doanya sebanyak 15 dekade, atau sekitar 15 puluhan. Dan Bunda kita menjanjikan banyak rahmat dari Allah akan tercurah bagi mereka yang berdoa Rosario.

Lalu Doa Rosario pun berkembang susunannya seperti sekarang ini, sekitar abad ke-15, yang didahului dengan Tanda Salib, Syahadat Iman, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan diakhiri dengan Doa Salam Ya Ratu atau Salve Regina. Doa Fatima, ditambahkan di kemudian hari. Rosario artinya bunga mawar. Fyi, mawar adalah salah satu lambang dari Bunda Maria.

Nah guys, janji Bunda Maria kepada Santo Dominikus, di mana akan ada banyak rahmat Allah yang tercurah untuk mereka yang mendoakan Rosario, tergenapi. Saat pemerintahan Paus Santo Pius V, ada pertempuran besar pasukan tentara Muslim melawan pasukan tentara Katolik di Eropa, tepatnya di Lepanto. Paus meminta umat Katolik berdoa Rosario, memohon bantuan Allah melalui perantaraan Bunda Maria.

Tepatnya tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama seluruh umat beriman, berdoa Rosario di basilika Santa Maria Maggiore, Italia, dari subuh sampai petang, untuk mendoakan pertempuran di Lepanto tadi. Walaupun nampaknya pasukan tentara Katolik mustahil memenangkan pertempuran, tetapi pada akhirnya guys, pertempuran ini dimenangkan pasukan tentara Katolik di tanggal yang sama. That’s why, kalau kalian ingat, setiap 7 Oktober, kita memperingati Bunda Maria Ratu Rosario dalam kalender liturgi kita.

Itulah sejarah singkat dari Rosario yang melekat di hati kamu, aku, dan kita semua. **

Kristiana Rinawati (dari berbagai sumber, Foto: Pinterest)

Leave a Reply

Your email address will not be published.