Menggunakan Kebebasan demi Kebahagiaan Bersama

Tuhan memberi kita kebebasan individu agar dikelola secara harmonis, dengan tanggung jawab kepada masyarakat.

Sore itu jalan tol bebas hambatan menjadi tidak bebas lagi. Lalu lintas padat merayap, nyaris macet total. Para pengguna jalan hanya bisa menanti dalam kegelisahan. Letih. Jengkel. Kacau. Antrian begitu panjang. Padahal seharusnya jal tol ya bebas hambatan. Beberapa waktu lamanya kendaraan-kendaraan tampak tidak bergerak. Diam di tempat.

Usut punya usut, penyebabnya adalah seorang pemuda mengemudi melebihi batas kecepatan. Dia melakukan manuver ugal-ugalan, lalu menabrak mobil di depannya. Terjadilah kecelakaan yang bukan dirinya saja yang harus memikul akibatnya. Pengendara mobil yang ditabrak mati di tempat. Sedangkan pemuda itu masih dirawat di ruang gawat darurat.

Jalan Tol | Foto: https://awsimages.detik.net.id/

Lepaskan Egoisme

Suatu tragedi yang sangat mengerikan yang menimpa kehidupan manusia. Kenikmatan seseorang mesti ditanggung oleh orang lain. Orang menggunakan keinginan dirinya untuk cepat-cepat meraih tujuannya. Namun orang tidak sadar bahwa keinginan dirinya bisa membuat fatal bagi jiwa orang lain.

Kisah tadi memberi kita inspirasi untuk secara bertanggungjawab menggunakan kebebasan diri kita. Pemuda itu memiliki hak untuk menggunakan jalan tol. Namun cara mengendari mobil yang ugal-ugalan ternyata membatasi hidup orang lain. Kecelakaan yang disebabkannya membawa maut bagi jiwa orang lain.

Kita hidup bersama orang lain. Kita tidak hidup sendirian dalam dunia kita. Apa yang kita buat bisa berakibat positif atau negatif terhadap hidup orang lain. Karena itu, dibutuhkan kesadaran bahwa kita memiliki kebebasan yang dibatasi oleh tanggung jawab terhadap kehidupan bersama. Artinya, dengan alasan kebebasan kita tidak menggunakannya demi kepentingan diri sendiri. Kepentingan orang lain diabaikan begitu saja.

Baik atau buruk perilaku kita, tidak pernah hanya kita sendiri yang menanggung akibatnya. Baik secara langsung maupun tidak, sendiri atau bersama-sama, selalu ada orang yang ikut merasakan dampaknya. Mari kita menghargai kehadiran orang-orang yang ada di sekitar kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.