Hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan mesti selalu ditumbuhkan dalam hidup sehari-hari. Mengapa? Karena banyak orang membutuhkan uluran tangan kita.
Suatu hari seorang gadis berhenti di tempat penampungan anak-anak terlantar. Dia merasa heran ada gadis seusianya yang tidak memiliki orangtua. Mereka mesti tinggal di tempat penampungan. Sementara dia sendiri berasal dari keluarga kaya. Dia tidak pernah bermasalah dengan hidupnya. Selalu ada makanan tersedia setiap saat bagi dirinya.
Dia memandang wajah-wajah lusuh anak-anak itu. Dia merasa iba. Belum ada yang mau mengangkat mereka menjadi anak. Atau belum ada orang-orang yang tergerak hati untuk memberi mereka makanan yang secukupnya.
Suatu hari lain, gadis itu datang lagi ke tempat penampungan itu. Dia tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa bala bantuan untuk mereka. Dia membagikan makanan dan pakaian bagi mereka. Dia rela kehilangan makanan dan pakaian demi anak-anak terlantar itu.

Tumbuhkan Keutamaan Memberi
Melakukan hal-hal yang baik bagi sesama merupakan suatu keutamaan yang mesti senantiasa kita lakukan. Yang penting adalah kita melakukannya dengan tulus ikhlas. Mengapa? Karena ada orang-orang yang melakukannya dengan tujuan-tujuan tertentu bagi dirinya. Ada yang melakukannya demi pujian bagi dirinya.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk memiliki hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan. Gadis kaya itu tergerak hatinya menyaksikan anak-anak yang terlantar. Mereka tidak punya makanan dan pakaian yang cukup. Hatinya tidak hanya tergerak, tetapi dia melakukan sesuatu yang berguna bagi mereka.
Banyak orang mudah tergerak hatinya menyaksikan penderitaan orang lain. Namun sering mereka hanya berhenti pada belas kasihan atau rasa ibu. Mereka lupa bahwa rasa iba saja tidak membantu sesamanya yang membutuhkan pertolongan. Untuk itu, orang mesti melatih tangannya untuk mudah mengulurkan bantuan bagi sesamanya.
Orang beriman belajar dari Tuhan yang senantiasa peduli terhadap penderitaan manusia. Tuhan selalu membantu manusia keluar dari penderitaannya melalui rahmat demi rahmat yang dicurahkanNya. Untuk itu, kita mesti menyadari bahwa rahmat yang diberikan Tuhan itu juga mesti kita bagikan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita.
Mari kita terus-menerus memupuk hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan. Dengan demikian, hidup bersama kita menjadi kesempatan untuk saling membahagiakan. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
