Bermurah hati kepada orang yang sangat membutuhkan merupakan suatu keutamaan yang mesti selalu kita hidupi.
Ada seorang bapak yang tidak mau memberi sedekah kepada pengemis. Baginya, para pengemis itu malas bekerja. Kerjaan mereka hanya tipu-tipu. Mereka menjual kesedihan. Hasil yang mereka peroleh sangat besar. Sehari mereka bisa mengumpulkan ratusan ribu
ketika mengemis di perempatan jalan kota.
Dia mengatakan bahwa dia pernah memergoki ada sindikat. Pada siang hari mereka dikirimi minuman dan makanan. Lalu mereka akan menyetor uang hasil ngemis kepada orang yang keliling di sore hari.
Bapak itu berkata, “Saya pernah lihat mereka didrop dari mobil terbuka. Mereka bergiliran mengemis di berbagai perempatan jalan di kota.”

Butuh Hati yang Tulus
Sering orang membuat perhitungan terhadap apa yang diberikan dengan cuma-cuma. Mereka tidak ingin apa yang diberikan itu kemudian disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Mereka tidak ingin tertipu. Orang mesti secara tulus menggunakan pemberian orang lain.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk secara kritis memberi kepada orang yang sangat membutuhkan. Bapak itu tidak mau memberikan uangnya untuk para pengemis. Dia tahu bahwa mereka menjadikan kegiatan mengemis itu sebagai pekerjaan tetap mereka. Apakah ada sindikat yang mengkordinir mereka, sehingga bapak itu tambah yakin bahwa para pengemis memperdaya orang lain.
Kita hidup dalam dunia yang menantang kita untuk tetap memiliki kepedulian kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan. Ada orang yang karena kondisi hidupnya tidak bisa melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang seperti ini pantas untuk diberi bantuan. Misalnya, para korban bencana alam atau pengungsi karena kelaparan atau perang.
Dalam dunia kita ini ada begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan dari orang lain. Yang dibutuhkan dari orang beriman adalah kemurahan hati dalam memberi. Kita belajar dari Tuhan yang begitu murah hati kepada kita. Tuhan senantiasa memberi apa saja yang kita butuhkan bagi hidup kita. Tuhan tidak banyak perhitungan.
Mari kita terus-menerus bermurah hati kepada orang-orang yang sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan. Kasih Tuhan senantiasa mengalir dari kita bagi orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
