Kejujuran Membantu Hidup lebih Baik

Sang bijaksana berkata, “Tuhan benci kepada pendusta; tapi Ia senang dengan orang yang jujur” (Amsal 12:22).

Ada seorang perempuan yang menangis tersedu-sedu di sudut sebuah gedung. Ketika ditanya seorang temannya, dia mengatakan dia baru saja dilecehkan oleh seorang pemuda. Bagian-bagian sensitif tubuhnya dipegang-pegang oleh pemuda itu. Dia tidak bisa melawan, karena pemuda itu sangat kuat.

Dia menuturkan bahwa pemuda itu melarikan diri ketika mendengar dia menjerit-jerit kesakitan. Tidak ada orang-orang yang berada di dekat situ yang dapat membantu dirinya. Dia pun menangis sambil berteriak-teriak, agar ada orang yang datang membantu. Namun tidak ada yang datang.

Kisah itu tersebar ke mana-mana. Sayangnya, tidak ada saksi mata yang dapat membuat orang-orang percaya akan cerita itu. Yang pasti adalah perempuan itu mengalami rasa sakit dan malu. Hal itu dia tanggung bertahun-tahun.

Jujur | Foto: ggsc.s3.amazonaws.com

Pentingnya Fakta

Suatu peristiwa kejahatan mesti disertai dengan bukti-bukti yang jelas. Ketika suatu peristiwa hanya diceritakan akan mengalami kekurangpercayaan dari orang lain. Di zaman seperti sekarang ini bukti-bukti menjadi sangat penting. Orang akan dengan mudah percaya akan suatu cerita dari suatu peristiwa yang dialami.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk selalu kritis dalam hidup. Perempuan itu menceritakan peristiwa yang terjadi atas dirinya, namun orang tidak mudah percaya begitu saja. Dia tidak menyertai kisah peristiwa yang dialaminya dengan bukti-bukti yang jelas. Orang-orang pun tidak mau mempercayainya.

Kita mesti selalu kritis dalam menghadapi suatu kisah peristiwa hidup, apalagi peristiwa itu menyangkut harkat dan martabat manusia. Orang akan dengan mudah percaya kalau peristiwa yang terjadi atas diri kita disertai dengan bukti-bukti. Mengapa? Karena banyak orang tidak jujur dalam hidup ini. Banyak orang mengarang cerita yang sebenarnya tidak terjadi atas diri mereka.

Dalam hidup bersama, kejujuran menjadi hal yang sangat penting. Orang yang jujur biasanya mudah dipercaya dan diterima oleh orang lain. Orang yang jujur biasanya bicara apa adanya disertai dengan fakta-fakta yang ada. Orang jujur tidak mengarang cerita yang mengada-ada. Mari kita senantiasa berkata jujur dalam hidup ini. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.