30 Langkah Menuju Kesucian (16)

Biarkan Kristus Hidup dan Bertumbuh dalam Dirimu

(Sumber: F. Maucourant, A POCKET RETREAT FOR CATHOLICS, Sophia Institute Press, Manchester, New Hampshire, 2000.)

Doa

“Ya Tuhan dan Allahku,
dalam sekolah cintakasih ini,
Jangan biarkan aku sendirian
tetapi jagai dan tuntunlah aku,
agar aku terus berjalan pada jalan kesempurnaan,
bersama dan bersatu dengan Tuhan kami Yesus Kristus”. Amin.

Pengajaran

St Agustinus berseru, “Kristus telah lahir, tetapi tidak selamanya Ia menjadi kanak-kanak. Ia terus bertumbuh. Ia menjadi remaja dan akhirnya menjadi manusia sempurna. Dia juga harus bertumbuh dan berkembang dalam iman kita! Dia akan bertumbuh bila kita sungguh beriman, memiliki kasih dan melakukan perbuatan baik!”

Hukum alam berkata, “Semua kehidupan selalu mengarah kepada pertumbuhan dan perkembangan!” Kristus bertakhta di dalam jiwa kita, maka Ia juga harus terus bertumbuh dan berkembang.

Kristus Rindu Berkembang dalam Jiwa

Kita semua harus terus tumbuh “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepentingan Kristus. DaripadaNyalah seluruh tubuh menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih!” (Ef 4:13.16).

Dalam kesatuan Tubuh Mistik Yesus di mana kita adalah anggotanya, kita mesti terus bertumbuh. Pertumbuhan rohani seseorang ditentukan oleh penyelenggaraan Ilahi. Ada sejumlah orang yang sekedar diciptakan dan harus bertumbuh berkembang sebagai ciptaan. Ada yang dipanggil untuk menderita bersama Kristus. Orang ini menjadi sempurna dalam menjalankan setiap penderitaan.

Ada yang dipanggil untuk menjadi perawan kudus, ada yang dipanggil menjadi orang kudus, dan menjadi wanita kudus. Semua individu itu dipanggil dan dipilih untuk menambah kemuliaan Yesus Kristus. Sebagian menjadi teladan kekuatanNya. Yang lain untuk menunjukkan kesabaranNya. Dan yang lain dipanggil untuk menunjukkan belaskasihNya. Yang lain lagi untuk hidup dalam kemurnian. Semakin banyak orang kudus, Kerajaan Allah semakin berkembang dan nama Allah semakin dimuliakan.

Dalam setiap orang kristiani, Kristus bertakhta dan bertumbuh serta berkembang dalam jiwanya. “Seluruh hidup kita diciptakan dan disempurnakan oleh Allah secara abadi!” kata St Agustinus.

St Paulus berkata, “Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik… (Gal 4:18). Orang kristiani adalah Kristus yang lain – alter Christus; dia juga, anak angkat Allah dan Kristus menjadi saudara tua. Ia telah tumbuh dan berkembang, “berkenan pada Allah dan manusia!” Demikian juga, Ia harus membuat kita bertumbuh dan berkembang yang berkenan pada Allah dan manusia.

Inilah sebabnya mengapa Kristus harus lahir dalam jiwa kita, dan tumbuh serta berkembang dan semakin kuat bersama kita. Ia lahir dalam diri kita melalui baptisan. Ia terus berkembang dalam diri kita bila kita bersatu dengan Allah seperti ranting menyatu pada pokok anggur.

Persatuan ini akan semakin erat bila kita hidup dalam kasih dan persaudaraan; dan sebaliknya semakin kita tinggal dalam pokok anggur, kita semakin mudah hidup dalam kasih dan persaudaraan. Dua keutamaan inilah yang menjadi sumber buah-buah kehidupan yang berkenan pada Allah dan sesama.

Karena pertumbuhan hidup rohani kita merupakan hasil dari penyelenggaran Ilahi, maka setiap orang memiliki kedudukan yang pantas dan harmonis dalam struktur Tubuh Miskik Yesus Kristus. Kedudukan ini terjadi secara abadi bila kita sudah mati.

Kadang-kadang manusia yang baik cepat mati atau begitu awet hidup. Mengapa hal itu bisa terjadi? Kita tidak mampu membuat kepastian. Yang jelas dosa adalah sengat dari maut. Dosa besar menghancurkan keluhuran kita. Kesalehan yang dangkal mengganggu pertumbuhan Kristus dalam jiwa kita.

Origenes berkata, “dalam jiwa orang suci dan adil, Yesus bertumbuh dan berkembang dari hari ke hari dengan baik. Pertumbuhan itu merupakan pantulan rahmat Allah yang telah diterima oleh orang itu. Dalam jiwa orang berdosa, Kristus tumbuh dengan lemah, dan lemah dan akhirnya mati!” “Kalau ia tidak berpegang teguh kepada kepala, darimana seluruh tubuh menerima pertumbuhan ilahiNya?” (Kol 2:19)

Agar Kristus tidak semakin lemah dalam jiwaku, maka bila aku bekerja, aku bekerja dalam kesatuan dengan Tuhan Yesus yang terkasih. Ia adalah temanku yang nyata. Kami saling mengasihi. Dalam dan bersatu dengan Dia, tidak ada yang tersembunyi. Dia semakin tumbuh dalam jiwaku. Ia semakin membuatku bersukacita dan kuat dalam bahaya. Dia semakin bersinar dalam hidupku dan aku semakin merasakan betapa indah hidup bersamaNya.

Bucket Rohani

“Semakin aku mengenal dan mencintai Kristus, Ia semakin tumbuh dan berkembang dalam jiwaku” – St. Thomas

Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.