Devosan Tidak Hanya Berdoa, Tapi Harus Ungkapkan Belas Kasih Allah

Sabtu, (07/10), Kongres Perdana Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi Keuskupan Agung Palembang (KKKI KAPal) memasukki hari kedua. Hari ini, peserta mengkontemplasikan aneka materi yang sudah diterima pada hari pertama kemarin, Jumat, (06/10).

Pagi-pagi benar, mereka merayakan Ekaristi. Setelahnya, mereka jalan salib di Via Crucis. Romo Gunadi Emmanuel memberikan pengarahan tentang prosesi jalan salib, di mana peserta boleh memasukkan intensi mereka di perhentian, dimana mereka merasa tersentuh. Hari kedua ini ditutup dengan adorasi akbar di Taman Belas Kasih Sukamoro.

Sabtu pagi, (07/10) rangkaian Kongres Perdana KKKI KAPal ditutup dalam Ekaristi. Uskup Emeritus Aloysius Sudarso SCJ memimpin Ekaristi hari itu. Pada momen itu, diberkati pula Taman Belas Kasih.

Kongres yang merenungkan belas kasih Allah, yang diterima Santa Faustina adalah sebuah harta iman. Ini diungkapkan Mgr. Sudarso SCJ.

“Tentu Anda sudah menemukan harta iman yang luar biasa, yaitu Allah yang berbelas kasih. Kalau Santa Faustina begitu istimewa, tidak lain karena relasinya dengan Allah. Inilah yang inginkan,” katanya.

Relasi yang demikian mempersilahkan Allah masuk dalam hidup manusia. Kalau kata Uskup Sudarso, mengalami Allah.

Mgr. Aloysius Sudarso SCJ | Foto: KOMSOS KAPal

“Mengalami berati masuk ke dalam alam saya, hidup saya, sukacita maupun dukacita saya.”

Ekaristi adalah jalan bagi seorang Katolik mengalami Yesus. Ini dialami Santa Faustina. Hanya dalam Ekaristi, kehadiran nyata Kristus dapat kita sentuh dengan panca indera.

“‘Kehadiran Yesus dalam Ekaristi, membuat dia begitu hadir di dalam saya. Ketika saya bekerja, sukacita, dikecilkan oleh orang lain, Dia berada di dalam hatiku’,” katanya mengutip pengalaman Santa Faustina.

Para devosan Kerahiman Ilahi, harus mengalami Yesus dalam Ekaristi.

“Tuhan menginginkan kita menjadi kebun anggurnya. Kita tidak boleh menjadi anggur yang asam.”

Ekaristi penutupan Kongres KKKI KAPal dan Pemberkatan Taman Belas Kasih | Foto: KOMSOS KAPal

“Bapa suci berkali-kali mengatakan, tampilkanlah belas kasih Allah. Bukan hanya berdoa, berdoa, dan berdoa, tapi harus mengungkapkan kasih Allah. Seperti Yesus yang keliling untuk menyentuh mereka yang buta, yang sakit. Bahwa belas kasih Allah sangat ditekankan karena kita manusia berdosa,” kata Mgr. Sudarso SCJ.

Tentang Taman Belas Kasih, Mgr. Sudarso menjelaskan makna taman secara alkitabiah.

Romo Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang mereciki Taman Belas Kasih | Foto: KOMSOS KAPal

“Taman berbelas kasih mengenangkan apa? Taman Firdaus sudah hilang karena Adam dan Hawa berdosa. Inti taman Firdaus bukan tempat indah, tapi tempat Adam dan Hawa bergaul, berbicara dengan Tuhan. Karena itu, taman ini harus mengingatkan itu. Menjadi tempat di mana kita menemukan Tuhan,” katanya.

Para peserta Kongres KKKI KAPal | Foto: KOMSOS KAPal

**Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.