Uskup Keuskupan Agung Palembang Singgah di Sekolah Xaverius Simpang Rambutan

“Bapak Uskup berkunjung ke Simpang Rambutan untuk melihat rumah Bapak Uskup dan juga melihat Sekolah milik Bapak Uskup yang ada di Simpang Rambutan ini. Beginilah kondisi kami dan kondisi umat di tempat ini,” ucap Rm Benyamin Malung Pr., Pastor Pos Pelayanan St. Lidwina Simpang Rambutan, saat menyambut Mgr. Harun Yuwono di gedung SD Xaverius Simpang Rambutan.

Mgr. Harun Yuwono yang ditemani oleh Rm Pujo Wiyanto SCJ, Pastor Paroki St, Teresia Jambi, beserta tim tiba di Simpang Rambutan, Senin (2/10) lalu. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam, Mgr. Harun Yuwono tiba di gedung Selolah Xaverius Simpang Rambutan (bekas Gereja Stasi St Lidwina) pada pukul 11 siang. Rombongan Mgr. Harun pun disambut oleh Rm Benyamin, C. Mujito (Koordinator Yayasan Xaverius Jambi), para guru dan staf Sekolah Xaverius Simpang Rambutan serta beberapa pengurus dan umat Pos Pelayanan Simpang Rambutan.

Uskup Agung Palembang Singgah di Sekolah Xaverius Simpang Rambutan | Foto: Priska Tarigan

Begitu tiba Mgr. Harun pun langsung diajak berkeliling untuk melihat-lihat kondisi bangunan sekolah yang merupakan Gereja St. Lidwina lama yang status kepemilikannya kini sudah dimiliki oleh Yayasan Xaverius Palembang. Selesai berkeliling, Bapak Uskup dan rombongan istirahat sejenak di salah satu ruang kelas dan berdialog bersama dengan para guru dan karyawan sekolah beserta pengurus Pos Pelayanan yang hadir saat itu. Dialog tersebut dipandu oleh Rm Benyamin.

Pada kesempatan tersebut C. Mujito menjelaskan bagaimana perkembangan sekolah Xaverius Simpang Rambutan mulai dari awal rencana pendirian sekolah sampai akhirnya kini sudah berjalan selama 4 bulan.

Hal yang mengemuka juga adalah suka duka yang dirasakan dari kurangnya dukungan umat Katolik di Simpang Rambutan yang lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah lain. Justru umat dari agama lain yang lebih antusias untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah milik gereja tersebut.

Uskup Agung Palembang Singgah di Sekolah Xaverius Simpang Rambutan | Foto: Priska Tarigan

Fasilitas yang masih kurang dan kondisi bangunan yang masih berupa kayu ditengarai mempengaruhi minat orangtua untuk tidak memilih Xaverius sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka. Selain itu, biaya pendidikan juga menjadi permasalahan bagi para orangtua Katolik yang berharap mendapatkan biaya pendidikan lebih murah untuk anak-anak mereka, Meski begitu, biaya pendidikan di Sekolah Xaverius sama sekali tidak dipermasalahkan oleh orangtua Non-Katolik.

“Kondisi bangunan sekolah saat ini memang masih belum sempurna, namun sekolah ini jauh lebih baik dari sekolah saya dahulu yang hanya dibuat dari gribik dan tidak dapat dikunci, sehingga pada malam hari kambing seringkali masuk ke dalam,” ucap Mgr. Harun, menanggapi penjelasan dari koordinator yayasan.

“Bangunan ini masih akan dibenahi ke depannya dan bagi orangtua (Katolik) jangan sampai berpikir bahwa sekolah di sekolah ini gratis atau tidak perlu bayar. Yayasan dapat duit dari mana untuk membangun dan menjalankan sekolah, kalau tidak dari orangtua yang anaknya bersekolah di tempat ini.”

Mgr. Harun juga berpesan agar para guru tetap setia dengan tugasnya dan selalu memberikan yang terbaik, agar kredibilitas sekolah dapat semakin meningkat. Menanggapi hal itu, Rm Benyamin Malung, selaku pastor pengawas, menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Xaverius di Simpang Rambutan sendiri sudah memberikan banyak manfaat yang baik bagi Gereja dan juga perkembangan iman umat di Pos Pelayanan St Lidwina. Para guru selalu aktif dalam menyebarkan bakat-bakat mereka kepada generasi muda Gereja seperti aktif dalam melatih koor, mazmur dan membuka les organ untuk musik pengiring ibadat. Selain itu para guru juga ikut aktif ambil bagian membantu Seksi Katekese Pos Pelayanan St Lidwina sebagai fasilitator selama BKSN selama September lalu.

Uskup Agung Palembang Singgah di Sekolah Xaverius Simpang Rambutan | Foto: Priska Tarigan

“Bapak Uskup, belum lama Xaverius berdiri di tempat ini, tapi kami sudah merasakan banyak hal baik yang terjadi di Stasi ini yang berasal dari para guru ini. Kami pun sangat berterima kasih akan hal tersebut,” kata Rm Benyamin yang asal Keuskupan Ruteng ini.

Sebelum pamit untuk melanjutkan perjalanan ke lahan Gereja St Lidwina yang baru, Mgr. Harun kembali memberikan dukungan kepada para guru dan karyawan sekolah lainnya supaya tetap semangat dalam menjalankan tugas untuk terus mengembangkan sekolah di Simpang Rambutan. Mgr. Harun percaya bahwa keputusan untuk mendirikan Sekolah Xaverius di Simpang Rambutan sudah tepat, karena beliau melihat perkembangan umat di Pos Pelayanan Simpang Rambutan, khususnya di Simpang Rambutan sendiri jauh lebih pesat dibandingkan dengan pos-pos pelayanan lain yang ada di Keuskupan Agung Palembang saat ini.

Uskup Agung Palembang Singgah di Sekolah Xaverius Simpang Rambutan | Foto: Priska Tarigan

“Ini adalah kali ketiga saya datang ke tempat ini. Pada dua kedatangan saya sebelumnya, saya selalu mendengar permintaan-permintaan dari umat untuk mendirikan sekolah di sini. Lalu terakhir kali saya ke sini tahun lalu bersama dengan para iman diosesan, saya melihat banyak sekali generasi muda di tempat ini. Saya juga melihat perkembangan umat di tempat ini sangat cepat dibanding dengan tempat lain (Pos pelayanan lain). Karena itu, saya percaya sekolah ini juga akan berkembang. Untuk itu, saya berterima kasih kepada para guru dan staf lain atas kesediaannya untuk meninggalkan keluarga di tempat asal dan bekerja di sini (Sekolah Xaverius),” Kata Mgr. Harun memberikan dukungan.

Pertemuan di Sekolah Xaverius pun ditutup dengan foto bersama Mgr. Harun, Rm Pujo, Rm Benyamin, Bapak Mujito dan para guru serta staf Sekolah Xaverius Simpang Rambutan. **

Priska Tarigan

Leave a Reply

Your email address will not be published.