Renungan Harian Jumat, 5 Desember 2025

Yes 29:17-24; Mzm 27:1.4.13-14; Mat 9:27-31; BcO Yes. 19:16-25; (U)

Iman yang menyembuhkan

Iman yang Menyembuhkan

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan dua orang buta yang datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan. Dengan iman yang sederhana namun aktif, mereka mencari Yesus meskipun tidak pernah melihat-Nya. Mereka menggunakan telinga untuk mendengar tentang karya dan kuasa-Nya, lalu membuka hati untuk percaya dan datang kepada-Nya. Dalam kisah itu juga tampak bahwa Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka, walaupun mereka telah memohon dengan seruan, “Kasihanilah kami, ya Anak Daud.” Yesus terlebih dahulu menguji iman mereka—dan dari sinilah tampak bahwa kesembuhan adalah buah dari hubungan yang percaya kepada Allah, bukan sekadar hadiah yang diberikan begitu saja.

Dari kisah Injil ini kita menemukan dua poin penting: disentuh dan disembuhkan. Keduanya hanya dialami ketika seseorang memiliki iman yang hidup, yang mendorongnya untuk bergerak, mencari, dan datang kepada Tuhan meskipun merasa dirinya tidak pantas.

Disentuh dalam bacaan ini bukan hanya karena Yesus menyentuh mata mereka dengan tangan-Nya. Lebih dari itu, Yesus menyentuh hati mereka hingga mereka mau datang kepada-Nya dengan penuh percaya. Hingga hari ini, Yesus tetap hadir dan menyentuh kita dalam berbagai cara: melalui pengalaman hidup, tantangan, kegembiraan, maupun pergumulan kita sehari-hari. Namun sering kali, karena kesibukan, sentuhan-Nya tidak kita sadari.

Poin kedua adalah disembuhkan. Kesembuhan terjadi ketika seseorang mau menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan. Iman kedua orang buta itu menjadi contoh nyata bagi kita. Kita diajak percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan segala kebutaan kita—bukan hanya kebutaan jasmani, tetapi juga kebutaan hati: buta akan kebaikan Tuhan, buta akan kasih sesama, dan buta terhadap panggilan untuk berubah. Mari kita memohon agar Tuhan menyembuhkan mata hati kita, sehingga kita dapat melihat dengan syukur segala berkat yang Ia berikan dan mampu melihat sesama dengan kasih.

Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Heribertus DinoTingkat 1

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.