HARI MINGGU ADVEN II
Yes. 11:1-10; Mzm. 72:1-2,7-8,12-13,17; Rm. 15:4-9; Mat. 3:1-12; BcO Yes. 22:8b-23

Menjaga Anugerah Panggilan di Masa Penantian
Saudara-saudari terkasih, sebagai calon imam tingkat akhir, saya pernah melalui masa penuh keraguan. Ada saat-saat ketika kejenuhan, kegelisahan, dan ketidakstabilan hidup membuat saya menjauh dari komunitas dan bahkan sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan panggilan. Banyak sapaan dan teguran saya terima dari para pembimbing maupun teman sekomunitas, tetapi hati saya tetap diliputi rasa gelisah dan kehilangan arah.
Namun titik balik terjadi ketika saya berani terbuka dalam bimbingan rohani. Dengan jujur saya menceritakan pergumulan yang saya alami, dan dari sana saya menerima peneguhan—baik melalui pengalaman pembimbing maupun dalam doa bersama. Ia mengajak saya kembali merenungkan motivasi awal memasuki seminari. Perjumpaan ini memberi saya semangat baru untuk melihat kembali panggilan bukan sebagai beban, tetapi sebagai anugerah yang menuntut kesetiaan.
Dari pengalaman itu saya menyadari bahwa di saat jatuh, saya justru menjauh dari Tuhan, sehingga masalah yang ada tidak menjadi pelajaran, melainkan jurang yang menenggelamkan saya. Kini saya belajar bahwa masa sulit adalah kesempatan untuk kembali menggali motivasi panggilan dan menjaga anugerah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Panggilan Allah perlu dijaga, dipelihara, dan dirawat, termasuk melalui pertobatan dan pembaruan diri setiap hari.
Nubuat Yesaya tentang tunas dari tunggul Isai mengingatkan kita bahwa Allah bekerja melalui hal-hal kecil dan sederhana untuk melahirkan harapan, keadilan, dan damai sejahtera. Sementara itu, seruan Yohanes Pembaptis, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” menunjukkan bahwa panggilan tidak dapat dijalani dengan mengandalkan status atau kedudukan. Baik sebagai frater, imam, maupun umat, kita semua dipanggil untuk terus bertobat—kembali kepada kekudusan dan membiarkan Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang rendah hati dan setia.
Akhirnya, Santo Paulus menegaskan bahwa kesabaran dan penghiburan dari Sabda Allah memberi kita harapan. Yesus Kristus yang telah menerima kita adalah dasar panggilan kita. Pelayanan dan hidup kita merupakan kelanjutan karya Kristus, bukan hasil kekuatan kita sendiri, tetapi buah dari hidup yang bersatu dengan Dia. Dalam masa Adven ini, marilah kita menjaga anugerah panggilan masing-masing, mempersiapkan hati menyambut keselamatan, serta bertumbuh dalam pertobatan dan kerendahan hati. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Alexander Krisman–Tingkat 6
Foto: Pinterest
