Renungan Harian Selasa, 9 Desember 2025

Yes 40:1-11; Mzm 96:1-2.3.10ac.11-12.13; Mat 18:12-14; BcO Yes. 24:18b-25:5; (U)

Gembala menemukan domba yang hilang

Kebahagiaan yang Penuh

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan Yesus yang mengajar para murid-Nya dengan perumpamaan tentang domba yang hilang. Seorang gembala meninggalkan sembilan puluh sembilan domba untuk mencari satu yang tersesat. Perumpamaan sederhana ini menjadi dasar permenungan kita hari ini.

Bayangkan sebuah keluarga sederhana yang tinggal di desa kecil di pulau terpencil. Suatu hari, seorang anak pulang dari sekolah. Sesampainya di rumah, ia melihat ayah, kakak, dan adiknya sudah ada di dalam rumah. Namun, entah mengapa ia tidak merasa tenang. Ia merasa ada seseorang yang belum terlihat—ibunya. Ia pun berjalan ke seluruh ruangan, hingga akhirnya menemukan sang ibu sedang membersihkan ranting di halaman belakang. Seketika itu wajah anak tersebut bersinar bahagia karena telah menemukan sosok yang ia cari.

Dari cerita sederhana ini kita belajar bahwa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada di sekitar kita—di rumah, dalam keluarga, dan di dalam hati kita sendiri. Namun terkadang kebahagiaan itu terasa belum penuh karena ada sesuatu yang “hilang” dalam diri kita. Rasa kehilangan itu bukan untuk membuat kita putus asa, tetapi justru menggerakkan kita untuk mencari kembali apa yang hilang. Seperti anak tadi yang lega saat menemukan ibunya, demikian pula hati kita dipenuhi sukacita ketika menemukan kembali apa yang membuat hidup kita lengkap.

Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan. Kadang tanpa sadar kita menjauh dari-Nya. Namun Tuhan, seperti gembala yang setia, tidak pernah lelah mencari kita. Melalui orang lain, peristiwa sehari-hari, bahkan suara hati kita, Tuhan terus mengetuk agar kita kembali kepada-Nya. Hanya saja, sering kali kita tidak menyadarinya karena hati kita tertutup oleh “ranting-ranting” kehidupan: kelalaian, kesibukan, dan kebiasaan menunda untuk berdoa atau berbuat baik. Hal-hal inilah yang membuat kita sulit melihat jalan kembali kepada Tuhan.

Saudara-saudari terkasih, di masa Adven ini marilah kita berusaha menjadikan kebahagiaan kita penuh dengan membersihkan “ranting-ranting” dalam hati kita dan membuka diri terhadap kehadiran Tuhan. Bagi saya, ada tiga hal sederhana yang dapat menolong kita, yaitu semboyan 3B: berdoa, beraksi, dan bersaksi. Dengan berdoa kita mendekat pada Tuhan; dengan beraksi kita mewujudkan kasih-Nya; dan dengan bersaksi kita membagikan sukacita yang telah kita alami kepada sesama.

Semoga melalui renungan ini kita diingatkan bahwa Tuhan selalu mencari kita dengan kasih yang tidak pernah padam. Ia merindukan kita untuk kembali kepada-Nya dan menemukan kebahagiaan sejati dalam kasih-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Delho PancaTingkat 2

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.