Paus doakan berakhirnya bentrokan di perbatasan Thailand–Kamboja

Di tengah kembali munculnya bentrokan di perbatasan Thailand dan Kamboja, Paus Leo XIV menyerukan segera dihentikannya segala bentuk kekerasan dan mendoakan para korban yang terdampak.

Dalam Audiensi Umum hari Rabu, Paus menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang kembali memanas. Laporan terbaru menyebutkan adanya korban jiwa—termasuk dari kalangan warga sipil—serta ribuan orang yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka untuk mencari perlindungan.

“Saya sangat sedih mendengar kabar tentang konflik yang kembali pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja,” ujar Paus. “Sudah jatuh korban, termasuk di antara warga sipil, dan ribuan orang harus meninggalkan rumah mereka. Saya menyampaikan doa dan kedekatan hati saya bagi kedua bangsa yang terkasih ini.”

Ketegangan terbaru ini menambah panjang perselisihan perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Sengketa wilayah—terutama di sekitar kompleks candi bersejarah—berulang kali memicu baku tembak. Upaya penyelesaian melalui mediasi internasional dan diplomasi regional memang pernah dilakukan, namun gencatan senjata yang dicapai sering rapuh sehingga masyarakat setempat menjadi pihak yang paling menderita.

Menutup Audiensi Umum, Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinannya atas konflik yang terus berulang dan menyerukan kedua pihak untuk segera menghentikan tembakan serta kembali membuka ruang dialog.

Anak-anak bermain di sekitar sebuah bunker di Provinsi Surin pada 10 Desember 2025, di tengah bentrokan yang terjadi di perbatasan Thailand–Kamboja. | Foto: AFP or licensors

**Vatican News

Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Fr. Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2025-12/pope-leo-xiv-appeal-thailand-cambodia-general-audience-10-12-202.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.