“Jika ingin menjadi Katolik banyak konsekuensi yang akan Anda alami sebagai pengikut Kristus. Anda diajak untuk memanggul salib, menyangkal diri, dan setia mengikuti Yesus dalam situasi apapun.”
Demikian disampaikan oleh Pastor paroki St. Yoseph Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo dalam homilinya pada Perayaan Ekaristi Minggu Adven II di Gereja Santo Yoseph Palembang yang dirangkai dengan penerimaan Sakramen Inisiasi (Baptis dan Ekaristi) bagi 31 Katekumen, Minggu (7/12/2025) siang. Pada kesempatan ini ada 22 orang yang menerima Sakramen Baptis, 6 orang diterima resmi menjadi anggota Gereja Katolik, dan 3 orang mengikuti pembaruan perkawinan.

Lebih lanjut, seraya menyapa umat yang membarui perkawinan, Romo Gono juga menegaskan tentang sifat perkawinana dalam Gereja katolik, yaitu monogami dan tidak terceraikan. Ia menyampaikan pentingnya menghayati hidup perkawinan dengan baik yang dilandasi dengan cinta, keterbukaan, dan kesetiaan seperti cinta Kristus kepada umatNya. “Menjadi Katolik berarti mau memperbaharui diri, mau bertobat dan pertobatan yang dibutuhkan, sekurang-kurangnya ada tiga pertobatan dan harus kita usahakan, yaitu pertobatan rohani, pertobatan intelektual, dan pertobatan sosial,” tegasnya.
Koordinator Seksi Persiapan Baptisan Dewasa Paroki St. Yoseph, Aloysius Harmadi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat kepada para peserta baptisan, penerimaan resmi, dan pembaruan perkawinan. Harmadi berpesan agar kain putih dan lilin yang diterima disimpan dan dirawat dengan baik, karena itu melambangkan kesucian dan berkat istimewa atas janji yang telah diucapkan. “Simpan baik-baik di tempat yang layak dan setiap kali anda rindu, mengingat lagi, maka keluarkan dan berdoa lagi supaya kita siap batin menerima tubuh dan darah Kristus dan setelahnya pun juga berdoa karena Tuhan telah menyatu dalam hidup kita,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Frans de Sales Billy Jaya. Selain mengucapkan selamat atas peristiwa iman hari ini ia juga mengajak seluruh umat untuk terus bertumbuh dalam iman yang berbuah dalam kehidupan bersama sebagai komunitas. “Mari kita bersama-sama berjuang agar iman kita sungguh terus bertumbuh dan berproses. Tidak mungkin kita bisa sendirian untuk bertumbuh, maka kita punya persekutuan dan perkumpulan. Kalau iman Katolik kita mau tumbuh, maka rajinlah baca Kitab Suci, berdoa, dan semakin rajin mengikuti Perayaan Ekaristi. Mari kita berjuang bersama-sama dan ayo kita berkomunitas,” tegasnya.

**B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
