SD Fransiskus Baturaja Raih Dua Penghargaan Nasional: Buah Dari Konsistensi

Langkah kecil SD Fransiskus Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dalam mengembangkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mengantar mereka meraih prestasi besar di tingkat nasional. Pada puncak kegiatan Program Sahabat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) yang berlangsung 7–10 Desember 2025 di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung ini berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi, yakni Sekolah Teraktif dalam Pelaporan Aksi Nyata dan Inovasi Pemanfaatan Media Komunikasi, Informasi, dan Publikasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam forum yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, bersama para pejabat Kemendikdasmen serta pendamping dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan, H. Pirdaus.

Perjalanan SD Fransiskus Baturaja bermula pada Juni 2025, ketika mereka mengirimkan sebuah video sederhana mengenai penerapan 7 kebiasaan di sekolah. Video itu mengantarkan mereka lolos seleksi awal dan setelah melalui tahap wawancara pada Agustus 2025, akhirnya masuk dalam daftar rangking 80 besar nasional.

Kepala SD Fransiskus Baturaja, Sr. M. Alexia FSGM mengatakan bahwa sejak awal mereka hanya fokus menjalankan program dengan sungguh-sungguh tanpa mengejar penghargaan.

“Yang kami lakukan hanyalah menjalankan prosesnya, menikmati setiap tahap bersama anak-anak, dan memastikan karakter itu benar-benar hidup,” ujarnya.

Kepala SD Fransiskus Baturaja, Sr. M. Alexia FSGM. | Foto: Dok. SD Fransiskus

Lima siswa dipilih sebagai Sahabat Sekolah Dasar, mereka adalah Dewi Mishya Lelliana, Maria Denita Raja, Virendra Ananda Chandra, Mahirah Shazia Azkadina Suhendi, dan Gabriello Hasiholan Jonathan. Mereka juga didampingi guru fasilitator yaitu, Mohammad Shafar Al Qadri yang biasa disapa Pak Odi. Selain itu, dukungan datang dari BPMP Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pendidikan OKU, Yayasan Dwi Bakti, Puskesmas Tanjung Agung, pemerintah kelurahan, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Selama September hingga November 2025, para siswa melaksanakan 40 aksi nyata. Aksi Nyata tersebut, tidak hanya menghidupkan 7 kebiasaan di lingkungan sekolah tetapi juga memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Menurut Odi, pencapaian ini lahir bukan karena mengejar piala, tetapi karena konsistensi. “Kami bahkan tidak tahu ada kategori penghargaan. Fokus kami hanyalah menjalankan program secara tulus. Mungkin justru karena itulah semuanya mengalir,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketekunan dalam membuat laporan, kreativitas dalam publikasi kegiatan, serta keberanian untuk berinovasi menjadikan mereka unggul di tingkat nasional.

Refleksi yang Menguatkan: Buah dari Konsistensi

Prestasi ini menjadi bukti bahwa sekolah daerah pun dapat bersinar di tingkat nasional ketika mengerjakan hal-hal sederhana dengan kesungguhan hati. Dari sebuah gerakan kecil lahir dampak besar yang menyentuh banyak pihak.

Berdasarkan pada pengalaman istimewa ini, Sr. M. Alexia FSGM berharap agar pencapaian yang telah ditorehkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten OKU dan sekitarnya. “Kami ingin gerakan kebaikan ini terus berlanjut dan menjadi budaya bersama,” harapnya.

Sr. M. Alexia FSGM bersama dengan anak-anak SD Fransiskus Baturaja menerima penghargaan. | Foto: Dok. SD Fransiskus

**Stefanus Ardi (Kontributor Baturaja)

Leave a Reply

Your email address will not be published.