2Sam 7:1-5.8b-12.16; Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Luk 1:67-79; BcO Yes. 51:17-52:2.7-10; (U)

Allah Setia Pada JanjiNya
Saudara-saudari terkasih, kedatangan Yesus Kristus Sang Juruselamat kita semakin dekat. Malam hari ini kita akan mendengarkan lonceng berdenting yang akan menghantar kita pada penghayatan akan kedatangan Yesus Kristus. Bacaan Injil hari ini sangat unik, karena menampilkan pujian atau kidung yang dilantunkan oleh Zakharia, orang tua Yohanes Pembaptis.
Menarik jika kita merenungkan dan melihat maksud dibalik pemilihan bacaan Injil hari ini yang membawa kita pada refleksi akan penantian yang juga dirasakan oleh Zakharia yang menanti kelahiran Yohanes Pembaptis. Kidung yang ia nyanyikan merupakan bentuk syukurnya kepada Allah, ia memperoleh keturunan dan sembuh dari kebisuaannya. Peristiwa ini sangat dekat dengan keadaan kita sekarang, di mana kita menantikan kehadiran Tuhan Yesus Kristus. Kita harus percaya dan menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah, sehingga apa yang menjadi kehendak Allah itu yang terjadi dalam diri kita.
Penantian yang penuh harap kita rasakan pada hari ini. Berbagai kesibukan untuk menyambut Natal sudah terasa. Beragam dekorasi dengan hiasan menarik yang telah terpasang mengantar kita pada penghayatan akan kedatangan Yesus Kristus. Kelelahan kita dalam mempersiapkan hal itu terkadang membuat kita lupa untuk mengambil waktu sejenak dan bertanya “Siapa Yesus Kristus bagiku?” Zakharia yang sempat tidak percaya dibuat bisu, hingga tiba hari di mana ia melihat bahwa karya Allah itu sungguh nyata.
Hari-hari kita terkadang bungkam, tidak menyadari apa yang kita lakukan. Sampai pada tiba saatnya kita terkadang bertanya, “Apa maksud dari semua ini?” Dalam hati kita pun dapat bertanya, apa arti natal bagiku?
Saudara-saudari terkasih, bersama Zakharia mari kita bersyukur atas karya Tuhan dalam hidup kita. Kita percaya bahwa Allah tidak akan mengingkari janjiNya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Frans Stepanus–Tingkat 3
Foto: Pinterest
