Pada akhir Audiensi Umum, Paus Leo mengenang Hari Peringatan Holocaust Internasional yang diperingati setiap 27 Januari. Ia memohon “anugerah sebuah dunia tanpa antisemitisme,” dunia yang bebas dari prasangka, penindasan, dan penganiayaan, serta dibangun di atas “saling menghormati dan kesejahteraan bersama.”
Dalam Audiensi Umum mingguan di Vatikan pada Rabu pagi, Paus Leo menyampaikan seruan kuat melawan kebencian. Ia mengingatkan bahwa sehari sebelumnya diperingati Hari Peringatan Holocaust Internasional, sebuah tragedi kemanusiaan yang “membawa kematian bagi jutaan orang Yahudi dan banyak orang lainnya.”
“Pada momen tahunan yang sarat dengan luka sejarah ini,” tegas Paus, “saya memohon kepada Yang Mahakuasa anugerah sebuah dunia yang tidak lagi ditandai oleh antisemitisme, maupun oleh prasangka, penindasan, dan penganiayaan terhadap siapa pun.”
Paus Leo juga kembali menyerukan kepada komunitas internasional agar tetap waspada, supaya “kengerian genosida tidak pernah lagi menimpa bangsa mana pun,” dan agar “masyarakat yang berlandaskan saling menghormati serta kesejahteraan bersama dapat sungguh terwujud.”
Sehari sebelumnya, Paus turut memperingati Hari Internasional tersebut melalui unggahan di akun @Pontifex. Ia menegaskan bahwa “Gereja tetap setia pada sikap teguh Deklarasi Nostra Aetate yang menolak segala bentuk antisemitisme.” Gereja, lanjutnya, “menolak setiap bentuk diskriminasi atau pelecehan yang didasarkan pada etnis, bahasa, kebangsaan, atau agama.”
***Deborah Castellano Lubov
Foto: Vatican Media
Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Fr. Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-01/pope-leo-condemns-anti-semitism-and-acts-of-genocide.html
