Renungan Minggu, 15 Februari 2026

Hari Minggu Biasa VI

Sir. 15:15-20; Mzm. 119:1-2,4-5,17-18,33-34; 1Kor. 2:6-10; Mat. 5:17-37 atau Mat. 5:20-22a.27-28,33-34a,37 BcO 1Tes 1:1-2:12; (H)

Bijaksana.

Memilih Kebijaksanaan Allah

Saudara-saudari terkasih, hari ini Sabda Tuhan mengajak kita untuk merenungkan pilihan bebas yang Tuhan berikan dan kebijaksanaan sejati yang datang dari-Nya. Di dunia yang sering mengaburkan batas antara benar dan salah, kita diingatkan tentang panggilan untuk hidup dalam terang kebenaran Allah.

Kitab Putera Sirakh menegaskan: “Di hadapan manusia terletak kehidupan dan kematian, apa yang disukainya akan diberikan kepadanya.” Allah memberikan kebebasan kepada kita, tetapi kebebasan itu disertai tanggung jawab. Tuhan tidak menghendaki kita berbuat jahat, juga tidak mengizinkan kita berbuat dosa. Kita diberi kemampuan untuk memilih yang baik dan pilihan itu menentukan jalan hidup kita. Kebebasan sejati adalah kebebasan untuk mengasihi dan menaati kehendakNya.

Dalam bacaan kedua, Santo Paulus menjelaskan tentang kebijaksanaan Allah yang tersembunyi. Kebijaksanaan dunia sering mengagungkan kekuatan, kesuksesan materi, atau kepintaran yang menghalalkan cara. Tetapi kebijaksanaan Allah berbeda, Ia dinyatakan melalui salib, kerendahan hati, dan kasih yang rela berkorban. Kebijaksanaan ini hanya dapat kita terima dengan roh yang menyelami segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dari Allah. Artinya, kita perlu membuka hati pada bimbingan Roh Kudus.

Akhirnya, Yesus dalam Khotbah di Bukit menuntut kesempurnaan cinta yang radikal, yang berarti cinta tanpa syarat. Dia tidak hanya menuntut kita untuk tidak membunuh, tetapi juga untuk tidak marah dan mendamaikan diri dengan sesama. Tidak hanya tidak berzinah, tetapi juga menjaga kemurnian hati. Tidak hanya menepati sumpah, tetapi menjadi orang yang berkata “ya” berarti ya, “tidak” berarti tidak.  Yesus mengajak kita melampaui kepatuhan hukum lahiriah menuju transformasi batin. Ini adalah panggilan untuk menjadi seperti Bapa di surga, sempurna dalam kasih. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Alexander Krisman-Tingkat VI

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.