
Sebanyak 38 calon Prodiakon dari Pos Pelayanan St. Lidwina Simpang Rambutan, Tanjung Jabung Barat, Jambi, resmi menjalani pembekalan khusus untuk mempersiapkan diri dalam tugas perutusan Gereja. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/02/2026) sore hingga malam ini digelar di ruang TK Xaverius Simpang Rambutan dengan menghadirkan Moderator Devosional KAPal, Romo Petrus Sukino sebagai narasumber utama.
Dalami Pedoman dan Praktik Bersama
Pembekalan intensif ini dibagi ke dalam dua sesi penting untuk memastikan kesiapan para pelayan umat. Sesi Pertama, berfokus pada pendalaman pedoman Prodiakon yang berlaku di Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dan Sesi Kedua, diisi dengan simulasi atau praktik langsung menjadi seorang Prodiakon dalam tugas pelayanan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan kualitas pemahaman sekaligus kualitas pelayanan para Prodiakon agar lebih maksimal saat melayani ke tengah umat.
Antusiasme Tinggi
Ada pemandangan menarik selama sesi berlangsung. Meski beberapa peserta merupakan wajah lama yang sudah menjabat di periode sebelumnya, semangat mereka tidak luntur sedikit pun. Mereka tetap antusias mendengar dan bertanya demi memperluas wawasan tugas mereka.

Pembina calon imam di Seminari Menengah St. Paulus Palembang ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar para pelayan ini mampu membangun komunikasi yang solid dengan pengurus stasi maupun pengurus Dewan Pastoral Pos Pelayanan (DPPP).
Romo Kino, demikian sapaan akrabnya, mengaku bangga dengan etos kerja para calon Prodiakon ini.
“Saya merasa bangga karena meskipun mereka memiliki pemahaman yang masih sederhana, tetapi mereka memiliki semangat yang tinggi untuk melayani,” ungkapnya.
Momen Penyegaran
Apresiasi juga datang dari peserta, salah satunya Aminsius Ginting. Baginya, pembekalan ini adalah momen penyegaran yang sangat berharga.
“Sekalipun saya telah menerima tugas sebagai Prodiakon di periode yang lalu, saya masih tetap mendapatkan pemahaman baru. Hal-hal terkait tugas yang telah saya lupa, akhirnya saya ingat kembali,” jelas Aminsius.
Kegiatan yang penuh keakraban ini kemudian ditutup dengan sesi makan malam bersama, mempererat tali persaudaraan antar-pelayan altar.
***RD Joni Manhitu (Kontributor Pos Pelayanan Simpang Rambutan)
