
“Hal yang paling penting dari Kongres ini adalah mari kita turun ke bawah. Anda sekalian adalah marketing-marketing dari kelompok devosional Kerahiman Ilahi yang harus menyebarluaskan belas kasih Tuhan di mana saja berada,” tegas Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto, dalam Misa Penutup Kongres II Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) KAPal, Minggu (1/3/2026) siang.
Penyegaran Rohani di ‘Puncak Tabor’
Pesan penting ini disampaikan Romo Kristianto di hadapan 173 devosan yang datang dari lima Dekanat KAPal, yaitu Jambi, Bengkulu, Belitang, Lubuk Linggau, dan Palembang. Selama tiga hari (27 Februari – 1 Maret 2026) di Rumah Retret Giri Nugraha, para peserta diajak mengalami penyegaran rohani yang diibaratkan sebagai pengalaman di “Puncak Gunung Tabor”.

Dalam homilinya, Romo Kris menekankan bahwa Kongres ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen untuk menegaskan identitas.
“Anda berangkat dengan antusias dan sadar bahwa saya bukan hanya pengikut Kristus biasa, tapi seorang Devosan Kerahiman Ilahi yang tidak ‘ecek-ecek’,” ujarnya disambut hangat para peserta.
Bukan Sekadar Status dan Label
Romo Kris mengingatkan bahwa menjadi bagian dari komunitas ini bukanlah tentang mengejar status atau label semata. Melalui berbagai materi, sharing, hingga permainan yang menguatkan persaudaraan, para devosan dari 28 paroki ini didorong untuk memiliki spirit yang sama agar berdampak pada langkah nyata setelah kongres berakhir.

Ia mengharapkan adanya resolusi, perubahan, dan pembaruan dalam diri setiap anggota. Para devosan diminta untuk tidak terjebak pada euforia pertemuan, melainkan berani melangkah keluar.
Menjadi Saluran Berkat di Akar Rumput
Sebagai “marketing” iman di Tahun Devosional ini, tugas para devosan adalah menjadi pelaksana tugas saluran belas kasih Tuhan di lingkungan terkecil.
“Mudah-mudahan Kongres tahun ini membuat suasana komunitas kita, baik di Paroki maupun Stasi, semakin disegarkan. Karena ada para ‘rasul’ yang sudah diperbaharui lewat pengalaman rohani dan kembali dengan semangat yang baru ke tengah keluarga serta tempat kerja,” tutup Romo Kristianto.
***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
