Resmikan Biara Santa Agnes Praha Kenten, Mgr. Yohanes Harun Yuwono: Rumah adalah Tempat Menjadi Mapan

“Rumah adalah ‘papan’, tempat untuk menjadi mapan, tempat tinggal yang menghadirkan rasa nyaman, aman, dan kerasan.”

Demikian ditegaskan Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi Pemberkatan Biara Charitas Santa Agnes Praha di Kenten, Senin (2/3/2026) pagi. Ungkapan ini menjadi pemantik semangat bagi para suster yang kini resmi menempati bangunan biara baru tersebut setelah masa penantian selama sembilan bulan.

Hadir mendampingi sebagai konselebran dalam perayaaan yang bertepatan dengan peringatan Santa Agnes dari Praha ini antara lain, Uskup Emeritus KAPal, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Dekan Dekanat Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki St. Petrus Kenten, Romo Gregorius Wahyu Wurdiyanto SCJ, serta Romo Gading Johanes Sianipar.

Inspirasi dari Santa Agnes

Pemilihan nama Santa Agnes Praha bukan tanpa alasan. Sosok Putri Raja Bohemia ini menjadi inspirasi karena keberaniannya menolak kemewahan dunia demi melayani Tuhan dan sesama yang miskin. Semangat kesederhanaan dan pengorbanan inilah yang diharapkan tumbuh di dalam biara baru ini.

Mgr. Harun mengingatkan bahwa sebuah biara bukan soal megahnya bangunan, melainkan tentang kedamaian dan solidaritas di dalamnya. Beliau juga menekankan pentingnya pengampunan untuk menyembuhkan batin dan fisik dalam dinamika hidup bersama.

Simbol Kelahiran Baru

Ada makna unik di balik proses pembangunannya yang memakan waktu tepat sembilan bulan. Sr. M. Stella FCh, mewakili Dewan Pimpinan Umum Kongregasi Charitas, menyebut angka ini sebagai simbol “kelahiran”.

“Sembilan bulan menjadi simbol waktu kelahiran saat yang tepat untuk ‘melahirkan’ sebuah rumah baru, tempat persaudaraan sejati akan tumbuh dan berkembang,” ungkapnya penuh haru.

Menjadi Sumber Kekuatan

Biara ini nantinya akan dihuni oleh sembilan orang suster bersama Sr. M. Margareta FCh sebagai ibu rumah tangga komunitas atau pelayan persaudaraan. Fasilitas yang ada pun diharapkan punya fungsi mendalam, kapel sebagai sumber kekuatan rohani bagi para suster dan ruang makan menjadi tempat berbagi suka, duka, dan saling menguatkan dalam pelayanan.

Acara ditutup dengan suasana penuh kegembiraan melalui pemotongan tumpeng dan ramah tamah bersama umat. Harapannya, Biara Santa Agnes Praha ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tapi menjadi tanda nyata kasih Allah bagi masyarakat sekitar.

***Sr. M. Valensia FCh (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.