Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18; Yoh. 5:17-30. BcO Im. 26:3-17,38-45.

Tuhan Terus Bekerja dalam Hidupmu
Saudara-saudari terkasih, pernahkah kita merasa seperti ditinggalkan sendirian? Di tengah tumpukan cicilan, konflik keluarga, atau sakit yang tak kunjung sembuh, rasanya seolah doa kita hanya memantul di langit-langit. Kita sering mengeluh seperti bangsa Israel: “Tuhan telah meninggalkan aku.” Perasaan seperti ini sangat manusiawi. Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa perasaan kita tidak selalu mencerminkan kenyataan. Walaupun kita merasa sendiri, Tuhan tidak pernah benar-benar meninggalkan kita.
Belajar dari St. Sirillus dari Yerusalem, kita melihat bagaimana iman menuntun seseorang untuk tetap teguh di tengah tantangan. Dalam pelayanannya, ia pernah menyaksikan tanda salib bercahaya di langit, yang bagi banyak orang menjadi tanda penguatan iman. Namun bagi Sirillus, yang terpenting bukanlah keajaiban itu sendiri, melainkan kesadaran bahwa salib selalu menyatukan penderitaan dan kemuliaan. Ia percaya bahwa mengenal Allah berarti berani mengakui kasih-Nya dengan iman, bahkan ketika hidup terasa berat.
Janji kesetiaan Tuhan ditegaskan dengan sangat indah dalam bacaan pertama. Tuhan bertanya: “Dapatkah seorang ibu melupakan bayinya?” Hampir mustahil seorang ibu melupakan anak yang dilahirkannya. Tetapi Tuhan melangkah lebih jauh lagi dengan mengatakan bahwa sekalipun hal itu terjadi, Ia tidak akan pernah melupakan umat-Nya. Kita bahkan digambarkan terukir di telapak tangan-Nya. Gambaran ini menunjukkan betapa dekat dan berharganya kita di hadapan Tuhan.
Dalam Injil, Yesus menunjukkan sumber ketenangan hidup-Nya: kesatuan yang mendalam dengan Bapa. Ia berkata bahwa Ia tidak melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri, tetapi selalu mengikuti kehendak Dia yang mengutus-Nya. Karena itulah Yesus tetap teguh walaupun menghadapi penolakan dan kesalahpahaman. Dari sini kita belajar bahwa kedamaian sejati tidak lahir dari situasi yang nyaman, melainkan dari hubungan yang erat dengan Tuhan.
Saudara-saudari terkasih, mari kita membawa pulang keyakinan ini: Tuhan tidak pernah jauh dari kita. Ketika Ia tampak diam, bukan berarti Ia absen. Bisa jadi Ia sedang bekerja secara tersembunyi untuk menuntun hidup kita ke arah yang lebih baik. Jangan biarkan kesulitan membuat kita meragukan kasih-Nya. Percayalah, seperti seorang ibu yang tak pernah melupakan bayinya, Tuhan pun selalu mendekap kita dengan kasih yang setia. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Firmus Klau-Tingkat I
Foto: Pinterest
