
Salib Kapal Youth Day (KYD) 2026 akhirnya tiba di Paroki Santo Gregorius Agung Jambi pada Minggu, (22/3) setelah sebelumnya berlabuh di Paroki Santa Maria Ratu Rosari (SMRR). Kedatangan salib disambut meriah oleh umat, khususnya Orang Muda Katolik (OMK), dalam suasana penuh sukacita dan kekhidmatan.
Penyambutan kirab salib diawali dengan tradisi berbalas pantun yang khas, diiringi tabuhan kompangan serta tarian tradisional Jambi. Nuansa budaya lokal yang kental menambah semarak prosesi sekaligus memperkuat makna kebersamaan dalam iman.

Prosesi penyerahan salib berlangsung dengan khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut OMK dari SMRR serta para konselebran, yakni Romo Alexander Jas, Romo Albertus Joni, SCJ, dan Diakon Fransiskus Mujiono, SCJ. Momen ini menjadi tanda estafet iman sekaligus persatuan antarparoki dalam rangkaian Kirab Salib KYD 2026.
Dalam homilinya, Diakon Fransiskus Mujiono mengajak kaum muda untuk menghayati tema KYD 2026, yaitu “GARANG: Garam dan Terang.” Ia menegaskan bahwa kaum muda tidak dipanggil menjadi penonton, melainkan pribadi yang mampu memberi rasa dan membawa terang dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan kisah Marta dalam peristiwa kebangkitan Lazarus, yang tetap percaya meskipun berada dalam situasi yang tampak mustahil. Kaum muda diajak untuk tetap beriman dan setia di tengah berbagai tantangan hidup.
“Ketika hidup terasa hambar, jadilah garam yang memberi makna,” pesannya.
Selain itu, kaum muda juga dipanggil menjadi terang di tengah dunia yang kerap diliputi kegelapan dan keputusasaan. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan harapan, kasih, dan semangat baru bagi sesama.
Lebih lanjut, kisah Lazarus juga menjadi pengingat bahwa dalam situasi ketika Tuhan terasa “terlambat”, justru di sanalah makna salib menjadi nyata. Salib bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan jalan menuju kebangkitan dan kehidupan baru.

Setelah tiba di Paroki Santo Gregorius Agung, salib KYD 2026 selanjutnya akan diarak dan dihantarkan oleh OMK menuju Paroki Gereja Katolik St. Aloysius Gonzaga Sungai Lilin sebagai bagian dari rangkaian kirab yang terus berlanjut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kaum muda semakin berani untuk percaya, berharap, dan menjadi terang di tengah dunia, serta setia memikul salib dalam kehidupan sehari-hari.
***Lisbet Theresa Pakpahan
