“Terkadang kita seperti orang-orang di Yerusalem yang sebelumnya menyerukan Yesus sebagai Penyelamat dan Raja, namun ketika harapan kita tidak terpenuhi, ketika doa-doa kita seakan tidak dijawab, perlahan muncul kekecewaan. Yesus yang sebelumnya kita andalkan, bisa saja mulai kita ragukan, bahkan kita tinggalkan.”
Demikian disampaikan Moderator Devosional Keuskupan Agung Palembang, Romo Petrus Sukino dalam homilinya pada Perayaan Ekaristi Minggu Palma di Gua Maria Mater Misericordiae (Bunda Belaskasih) Sukamoro, Banyuasin, Minggu (29/3/2026) pagi. Perayaan yang menandai dimulainya Pekan Suci ini dihadiri ratusan umat, di antaranya umat Paroki Santa Maria Ratu Rosario Seberang Ulu dan para peziarah dari Katedral Jakarta.

Jangan Menjauh dari Tuhan
Lebih lanjut, imam yang pernah berkarya di Paroki Katerdral St. Maria Palembang ini juga menyoroti perubahan sikap manusia yang seringkali hanya mengandalkan logika saat doa-doa belum terjawab. Ia menegaskan bahwa situasi hidup yang naik-turun tidak boleh mengurangi kepercayaan kepada Tuhan.
“Dalam situasi apa pun, entah ketika doa kita belum dikabulkan atau keinginan kita belum tercapai jangan sampai kita menjadi kecewa lalu menjauh dari Tuhan. Jangan sampai kita hanya mengandalkan logika dan melupakan iman,” tegas Romo Sukino.

Oase Rohani untuk Semua
Sebagai penutup, formator calon imam di Seminari Menengah St. Paulus Palembang ini mengajak umat untuk menjadikan Taman Doa Via Crucis dan Gua Maria Mater Misericordiae sebagai “oase kehidupan”. Tempat ini diharapkan terus menjadi sarana bagi siapa saja untuk menimba rahmat Tuhan dan mempererat persaudaraan antarumat dari berbagai daerah.

Momen Minggu Palma ini sukses menjadi penguat iman bagi seluruh umat sebelum memasuki rangkaian Pekan Suci dengan hati yang penih harapan.
**Diakon Bednadetus Aprilyanto
