Renungan Harian Jumat, 3 April 2026

Jumat Agung
Yes. 52:13–53:12; Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1–19:42.

Jalan Salib

Saudara-saudari terkasih, perikop Injil hari ini mengisahkan perjalanan terakhir Yesus Kristus menuju salib. Dalam kisah ini kita melihat bagaimana Yesus dengan penuh kesadaran menyerahkan diri ketika Ia ditangkap. Ia tidak melarikan diri, melainkan dengan tenang menghadapi segala yang akan terjadi. Sikap ini menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa serta kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, sehingga Ia rela menderita demi keselamatan dunia.

Kisah sengsara ini juga menyingkapkan kelemahan manusia, yang tampak dalam diri Rasul Petrus. Karena rasa takut, Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa dalam tekanan dan kesulitan, iman kita pun dapat goyah. Namun, kasih Tuhan tidak pernah berhenti pada kelemahan manusia. Sebaliknya, Ia selalu membuka jalan pertobatan dan memberi kesempatan bagi kita untuk kembali dan memperbaiki diri.

Selanjutnya, Yesus dihadapkan kepada penguasa Romawi, Pontius Pilatus. Ia mengalami penghinaan dan penderitaan yang begitu berat: dicambuk, dimahkotai duri, hingga akhirnya disalibkan di Golgota. Meskipun diperlakukan secara tidak adil, Yesus tetap sabar dan tidak membalas kejahatan dengan kebencian. Dalam penderitaan dan wafat-Nya di salib, Ia menyelesaikan karya keselamatan Allah bagi umat manusia.

Saudara-saudari terkasih, melalui kisah sengsara ini kita diajak untuk merenungkan kehidupan kita sendiri. Penderitaan dan kesulitan adalah bagian dari perjalanan hidup, namun melalui sengsara Yesus kita belajar untuk tetap percaya kepada Tuhan. Salib mengajarkan bahwa di balik penderitaan selalu ada harapan, sebab kasih Allah jauh lebih besar daripada dosa dan kelemahan manusia. Oleh karena itu, marilah kita membarui hidup kita, memperbaiki sikap dan tindakan, serta semakin mendekatkan diri kepada Tuhan yang telah mengasihi kita sampai wafat di kayu salib. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Pius Gusnius-Tingkat IV

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.