Seminari St. Paulus Palembang Hidupkan Semangat Panggilan Lewat Perlombaan dan Refleksi Iman

Peserta Lomba Fashion Show | Foto : Komsos KAPal

Pada Jumat (1/5), Seminari Menengah St. Paulus Palembang menggelar kegiatan bertajuk Responsum Minggu Panggilan di kompleks seminari mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 anak-anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK), serta para pendamping dari berbagai paroki di Dekanat Palembang sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan panggilan hidup religius di tengah kaum muda.

Peserta Lomba Tari Kreasi | Foto : Komsos KAPal

Acara berlangsung meriah melalui berbagai perlombaan yang menarik dan edukatif, seperti lomba menghias telur Paskah, lomba mewarnai, lomba lektor dan mazmur, lomba fashion show, lomba tari kreasi, hingga lomba duet vokal. Sukacita dan antusiasme para peserta tampak sepanjang rangkaian kegiatan.

Setelah seluruh perlombaan selesai, kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama di Kapel Seminari yang dipimpin oleh Rm. Titus Waris Widodo SCJ selaku Rektor Seminari Menengah St. Paulus Palembang.

Romo Titus SCJ membuka kegiatan RESPONSUM | Foto : Komsos KAPal

Dalam perayaan tersebut, Fr. Moses Putra Gautama SCJ, yang saat ini menjalani Tahun Orientasi Pastoral dan Panggilan (TOPP) di Rumah Retret Giri Nugraha, membagikan refleksi mendalam mengenai perjalanan panggilannya yang penuh perjuangan.

Fr. Moses mengisahkan bahwa perjalanan panggilannya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah berada di titik terberat ketika ingin meninggalkan jalan panggilannya. Saat itu, ia sempat bertanya kepada orang tuanya apakah mereka siap menghadapi kekecewaan dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat, mengingat dalam budaya Indonesia, keputusan seseorang untuk meninggalkan panggilan sebagai imam, frater, suster, atau bruder sering kali menjadi sorotan sosial.

Fr. Moses Putra Gautama SCJ | Foto : Komsos KAPal

Namun, jawaban penuh kasih dari orang tuanya justru menjadi titik balik yang menguatkannya. “Dadi po ora koe tetap anakku,” yang berarti, “Jadi atau tidak, kamu tetap anakku.”

Dengan penuh haru, Fr. Moses mengungkapkan bahwa dukungan tanpa syarat dari keluarganya menjadi kekuatan besar yang meneguhkan dirinya untuk terus melanjutkan panggilan hidupnya.

Hasil karya lomba menghias telur | Foto : Komsos KAPAl

Lebih lanjut, Fr. Moses mengajak kaum muda untuk berani menentukan pilihan hidup secara sadar, bebas, dan penuh makna dalam terang panggilan Tuhan, terutama di tengah dunia modern yang sering membentuk standar hidup berdasarkan popularitas, tren media sosial, dan tekanan duniawi.

“Zaman ini kita sering hidup dalam kegelisahan karena diburu oleh standar-standar duniawi yang belum tentu memberikan arah hidup sejati. Maka seperti sabda Yesus dalam Injil, ‘Jangan gelisah hatimu,’ mari kita tidak terjebak dalam kecemasan, melainkan berani mendengarkan suara Tuhan,” ajaknya.

Peserta lomba duet vokal | Foto : Komsos KAPAl

Ia juga menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi Gereja, khususnya di Keuskupan Agung Palembang, di mana berdasarkan riset terbaru, satu imam dapat melayani hingga sekitar 3.000 umat. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan hadirnya pelayan-pelayan baru, baik imam, biarawan, maupun biarawati.

Meski demikian, Fr. Moses menegaskan bahwa panggilan hidup membiara harus lahir dari kebebasan pribadi, bukan karena paksaan.

Pemenang lomba | Foto : Komsos KAPAl

“Menjadi imam, biarawan, atau biarawati adalah pilihan hidup, bukan keterpaksaan. Jangan sampai kita hidup seperti manusia zombi, yang berjalan tanpa arah dan hanya mengikuti tekanan luar,” tegasnya.

Melalui refleksi tersebut, kaum muda diajak untuk tidak sekadar mengejar hal-hal yang tampak menyenangkan atau populer, tetapi berani memilih jalan hidup yang membentuk karakter, memperkaya jiwa, dan menghadirkan kebahagiaan sejati.

Pengenalan berbagai kongregasi imam, biarawan/i | Foto : Komsos KAPal

“Pilihan-pilihan kita menunjukkan siapa kita. Dalam memilih, jangan hanya melihat yang enak, tetapi lihatlah apa yang membuatmu berkembang,” pungkas Fr. Moses.

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Pada kesempatan ini, Paroki Katedral St. Maria Palembang berhasil meraih juara umum dan menerima piala bergilir Minggu Panggilan.

Romo Titus SCJ menyerahkan piala bergilir ke Paroki Katedral St. Maria | Foto : Komsos KAPal

Melalui kegiatan ini, Seminari Menengah St. Paulus Palembang berharap semakin banyak kaum muda yang berani membuka hati terhadap panggilan Tuhan, sekaligus menjawab kebutuhan Gereja akan hadirnya pelayan-pelayan baru di masa depan.

***Yuyuani Daro

Leave a Reply

Your email address will not be published.