
“Kita tidak bisa memberi sesuatu yang tidak kita punya. Ketika seorang formator memiliki kasih yang penuh hingga meluap, barulah ia bisa membagikannya kepada para formandi,” ujar Romo Florentinus Heru Ismadi, SCJ dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi pembukaan Workshop Formator bertajuk “How To Be a Good Formator” dalam rangka menyongsong 100 tahun Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) di Rumah Retret Giri Nugraha, Palembang, Kamis (7/5/2026) petang.

Dalam perayaan yang diikuti oleh 100 formator dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari seminari menengah hingga bina lanjut ini, ia didampingi belasan imam konselebran, di antaranya dekan Dekanat Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo dan Sekretaris Keuskupan Agung Palembang, Romo Albertus Bayu Christanto SCJ.
Lebih lanjut, dalam homilinya Romo Heru menggunakan filosofi “cangkir yang meluap” untuk menggambarkan peran formator. Ia menekankan bahwa seorang pembimbing harus senantiasa “meletakkan diri” di bawah pancuran rahmat Tuhan melalui doa. Tanpa kedekatan dengan Tuhan, seorang formator akan kekeringan dan tidak memiliki apa pun untuk dibagikan kepada para formandi.

Lebih lanjut, imam dehonian ini menyoroti karakter Generasi Z yang kini mendominasi rumah-rumah formasi. Menurutnya, anak muda zaman sekarang tidak mencari sosok pemimpin yang sempurna secara formalitas, melainkan sosok yang jujur dan autentik. “Terjadi pergeseran peran dari seorang magister atau pengajar, menjadi seorang accompagnatore atau teman yang menemani perjalanan rohani para formandi,” ungkapnya.

Imam yang aktif berkarya sebagai pengajar di Unika Musi Charitas Palembang ini juga mengingatkan agar para formator tidak menampilkan wajah yang kaku atau selalu terlihat sedih. Mengutip Paus Fransiskus, ia menegaskan bahwa sukacita adalah magnet panggilan yang paling efektif. Jika seorang formator tidak bahagia, maka kekudusan tidak akan tampak menarik bagi mereka yang sedang dibimbing.

Workshop yang berlangsung selama empat hari (7-10 Mei) ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli, di antaranya Romo Yohanes Rasul Susanto SCJ, Romo Kristian Emanuel Stefan OFM, Sr. M. Carolisa FCh, Sr. M. Fransita FCh, Romo Paulus Miki Tobat, dan beberapa pembicara lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para formator mampu memperbarui semangat mereka dalam mencetak generasi religius yang tangguh dan penuh sukacita.
***TJK
