96 Calon Komuni Pertama Paroki Santo Yoseph Palembang Ikuti Rekoleksi di Wismalat Podomoro

Anak-anak melakukan ziarah Jalan Salib dalam kegiatan rekoleksi. | Foto: Dok. Pribadi

PALEMBANG – Sebanyak 96 anak calon Komuni Pertama dari Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti kegiatan rekoleksi rohani di kompleks Wismalat Podomoro pada Minggu (24/5/2026) pagi. Kegiatan ini digelar khusus oleh Seksi Persiapan Komuni Pertama Dewan Pastoral Paroki (DPP) untuk memantapkan hati anak-anak sebelum menerima Sakramen Ekaristi yang kudus. Rangkaian pembinaan iman ini diawali dengan doa Jalan Salib di Taman Doa Via Crucis yang doa Rosario di Gua Maria Mater Miscericordiae Sukomoro, Banyuasin.

Suasana rekoleksi semakin mendalam dengan sesi penyampaian materi tentang pentingnya Ekaristi dalam hidup umat Katolik yang disajikan oleh Sr. M. Rafaela FCh dan Pastor Paroki St. Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo.

Berani Berkorban 

Rangkaian rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Gono Pratowo. Dalam homilinya ia menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati anak-anak dan para orang tua yang hadir, bahwa menjadi seorang Katolik sejati berarti harus memiliki mental yang kuat dan berani lelah untuk hal-hal yang baik.

Pastor Paroki St. Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo. | Foto: Dok. Pribadi

“Untuk menjadi orang Katolik, anak-anak Katolik harus berani capek. Kita harus belajar bersyukur atas anugerah hidup dan selalu rindu berkumpul untuk ber-Ekaristi. Di dalam Ekaristi, kita belajar tiga hal utama: berbagi, berkurban, dan bersyukur,” ujar Romo Gono.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah menerima Tubuh Kristus melalui Komuni Pertama, anak-anak diharapkan siap diutus menjadi pelayan Tuhan yang aktif. Romo Gono mengajak mereka untuk langsung terlibat dalam kegiatan rohani gereja, seperti menjadi Misdinar (putra altar), Remaja Katolik (Remaka), Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami), maupun bergabung dalam kelompok paduan suara remaja.

Peran Penting Orang Tua 

Lebih lanjut, imam yang pernah berkarya di Paroki St. Yohanes Penginjil Lahat ini mengingatkan agar setelah menerima komuni anak-anak tidak menjauh dari kegiatan menggereja. Menurutnya, akan sangat disayangkan jika setelah momen sakral ini anak-anak justru pasif dalam kehidupan rohani. Orang tua berkewajiban untuk terus membantu, mengarahkan, dan mendampingi tumbuh kembang iman anak di lingkungan gereja dengan meninggalkan hal-hal negatif yang merusak kepribadian anak.

Anak-anak memulai ziarah Jalan Salib dipandu Sr. Susana HK. | Foto: Dok. Pribadi

“Mari kita mohon rahmat Roh Kudus agar kita menjadi pribadi yang bijak, mengutamakan hal baik, serta menjauhi yang jahat. Jadilah anak-anak yang kuat, tidak mudah menyerah, semakin mengenal Allah, dan berani berjuang demi kemuliaan Tuhan,” tutup Romo Gono penuh harap.

Melalui rekoleksi ini, diharapkan momen Komuni Pertama bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi titik balik bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, takut dan tunduk kepada Tuhan, serta setia melayani sesama.

***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.