Damar Juniarto Ajak OMK Menjadi Terang Digital di Tengah Tantangan Era AI

Foto: Komsos KAPal

Baturaja – Orang Muda Katolik (OMK) diajak untuk tidak sekadar menjadi pengguna media digital, tetapi menjadi saksi Kristus yang menghadirkan terang di ruang digital. Ajakan tersebut disampaikan Damar Juniarto dalam seminar KAPal Youth Day (KYD) 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Tegal Arum, Kamis (9/7/2026). Seminar ini berlangsung pada sesi sore setelah pemaparan materi oleh Romo Frans Kristi Adi Prasetya.

Mengusung tema “Jadi Terang Digital”, Damar mengajak ratusan peserta melihat ruang digital sebagai ladang perutusan Gereja. Mengutip pandangan Paus Fransiskus, ia menjelaskan bahwa dunia digital merupakan “benua digital” atau Areopagus baru yang harus dihadiri dan diinjili oleh umat beriman.

“Media digital bukan hanya tempat kita mencari hiburan atau informasi, tetapi juga ruang perutusan. Orang muda dipanggil untuk menghadirkan terang Kristus di dalamnya.”

Menurut Damar, menjadi terang digital bukan berarti mengejar popularitas, jumlah pengikut, atau konten yang viral. Sebaliknya, OMK perlu menghadirkan konten yang membawa nilai-nilai Injil, kasih, dan harapan bagi sesama. Ia menekankan bahwa kesaksian hidup yang autentik jauh lebih bermakna daripada sekadar mengejar perhatian di media sosial.

“Menjadi terang digital bukan soal banyak follower, melainkan bagaimana kehadiran kita membawa harapan, kebaikan, dan kasih Tuhan kepada orang lain.”

Dalam paparannya, Damar juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari meningkatnya kesepian, cyber grooming, judi online, kecanduan internet, hingga penyalahgunaan kecerdasan artifisial (AI). Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kedewasaan moral dan iman agar manusia tetap menjadi pusat dari setiap perkembangan teknologi.

Foto: Komsos KAPal

“Teknologi adalah alat. Jangan sampai teknologi mengendalikan hidup kita. Iman, akal budi, dan kasih harus tetap menjadi kompas dalam setiap keputusan yang kita ambil.”

Mengacu pada ensiklik Magnifica Humanitas Paus Leo XIV, Damar menegaskan bahwa Gereja terus mengingatkan pentingnya menjaga martabat manusia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial. Karena itu, ia mendorong OMK untuk membangun dua modal utama, yakni memiliki kemampuan katekese digital serta kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi digital sebagai sarana pewartaan dan pelayanan.

Menutup seminar, Damar mengajak seluruh peserta KYD 2026 untuk menjadi generasi yang “garang” di ruang digital, yakni berani menyuarakan kebenaran, membangun budaya dialog, serta menghadirkan wajah Gereja yang ramah, bijaksana, dan penuh kasih di dunia maya.

“Kalau orang muda Katolik hadir dengan iman yang kuat dan bijaksana dalam menggunakan teknologi, maka ruang digital akan menjadi tempat tumbuhnya harapan, bukan ketakutan. Jadilah terang digital bagi dunia.”

***BAY

Leave a Reply

Your email address will not be published.