Pesparani II Sumsel di Palembang: Ajang Asah Kerohanian dan Mempererat Kebersamaan

PALEMBANG — Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Tingkat Provinsi Sumatera Selatan mulai digelar selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026. Berlokasi di Kompleks Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang, ajang bergengsi ini tak sekadar menjadi panggung kompetisi, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan dan menggembleng iman umat Katolik dari berbagai penjuru daerah.

Foto: Komsos KAPal

Kemeriahan ajang ini sudah terasa sejak Jumat (23/10/2026) siang. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai area kantin sekolah saat ratusan peserta beserta pendamping berkumpul di sela-sela persiapan pembukaan. Tidak hanya tuan rumah Palembang, kontingen dari daerah seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Kabupaten OKU Timur turut hadir membawa semangat tinggi.

Perjuangan dan Dedikasi Tanpa Lelah

Dibalik megahnya panggung Pesparani II, tersimpan kisah perjuangan dan dedikasi panjang dari para peserta. Peserta lomba Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak dari Kontingen OKU Timur, Katrin Abinaya Kalista, menceritakan bagaimana ia membagi waktu latihan di antara kesibukan sekolahnya.

Foto: Komsos KAPal

“Saya rajin membagi waktu belajar mandiri di rumah dan berlatih bersama teman-teman di sekolah demi memberikan yang terbaik,” ujar Katrin.

Dukungan orang tua juga menjadi kunci penting keberhasilan para peserta. Eka Prasetyaningsih, orang tua dari Zoilo (peserta CCR Anak) dan Zitan (peserta Paduan Suara Anak) asal BK 10 Belitang, OKU Timur, menuturkan bahwa anak-anaknya telah melewati persiapan intensif selama kurang lebih dua bulan. Latihan vokal dilakukan bersama pelatih di sekolah, sementara persiapan CCR diisi bimbingan belajar khusus setiap minggu serta pendampingan di rumah.

Foto: Komsos KAPal

“Ajang ini membuat anak-anak lebih mengenal dan mencintai ajaran agama Katolik, memahami makna Ekaristi, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri,” ungkap Eka.

Tak kalah gigih, Kontingen OKU yang menurunkan peserta pada berbagai cabang lomba, mulai dari paduan suara dewasa, paduan suara anak, bertutur, mazmur, hingga CCR menjalani latihan maraton selama lebih dari satu bulan.

“Para peserta berlatih gigih 3 hingga 4 kali seminggu, baik siang maupun malam. Pesparani adalah ruang perjumpaan satu iman bagi seluruh daerah di Sumatera Selatan untuk melatih diri, memperdalam iman kepada Yesus, dan bertanding secara sportif,” puji Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten OKU, Yusuf Sofian.

Harapan Besar

Bagi para peserta dan pengurus, Pesparani bukan sekadar kompetisi berburu piala, melainkan sarana pembinaan karakter dan kerohanian generasi muda.

Katrin menaruh harapan besar agar penampilannya tidak hanya membanggakan orang tua, tetapi juga mampu membawanya melangkah hingga ke tingkat nasional. Sementara itu, Eka berharap kegiatan seperti Pesparani terus berkembang karena memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan rohani anak-anak Katolik.

Di sisi lain, Yusuf Sophian menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar-lembaga demi keberlanjutan pembinaan ini di masa mendatang.

“Kami berharap seluruh paroki dapat memberikan dukungan penuh (support) kepada LP3KD di kabupaten/kota masing-masing. Sebagai lembaga resmi yang memiliki payung hukum SK pemerintah, sinergi yang kuat antara paroki, LP3KD, dan pemerintah daerah harus terus terjaga,” tegas Yusuf.

Foto: Komsos KAPal

Melalui kebersamaan dan semangat sportivitas yang ditunjukkan seluruh kontingen, Pesparani II Sumsel tidak hanya menyajikan pertunjukan seni rohani yang memukau, tetapi juga memperkokoh fondasi keimanan umat di Sumatera Selatan.

***Fransiska Panca S.

Leave a Reply

Your email address will not be published.