Pesparani II Sumsel Dibuka, Pesan Vikjen KAPal: Jangan Jadikan Lomba Hanya Sekadar Kejar Juara

PALEMBANG — Perayaan Ekaristi Pembuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Provinsi Sumatera Selatan di Auditorium Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang, Jumat (23/10/2026) petang, berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto.

Foto: Komsos KAPal

Belasan imam hadir mendampingi sebagai konselebran, di antaranya Dekan Dekanat Palembang Romo Hyginus Gono Pratowo dan Ketua Komisi Liturgi KAPal Romo Agustinus Giman. Hadir pula Plt. Ketua LP3KD Provinsi Sumsel Alphonsus Supardi, Pembimas Katolik Provinsi Sumsel Leonardus Sutrisno, serta Ketua Panitia Pesparani II Sumsel Harmadi.

Dalam homilinya, Romo Yohanes Kristianto mengajak seluruh kontingen untuk memaknai Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi mencari piala, melainkan sebagai bentuk ekspresi iman, sarana mempererat persaudaraan, sekaligus bentuk kesaksian di tengah keberagaman.

“Kalau hanya ambisi itu yang dominan mewarnai kita, maka banyak dari anda sekalian yang akan pulang dengan kekecewaan. Karena tidak mungkin pemenang satu itu jumlahnya tiga atau empat,” tegas Romo Kriatianto dalam homilinya.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan atau raihan medali sifatnya hanya sementara, namun pengalaman rohani dan persaudaraan lintas daerah yang terjalin selama kegiatan jauh lebih bernilai.

Foto: Komsos KAPal

“Tapi kalau kita maknai ini adalah ekspresi iman kita, salah satu tempat untuk mengungkapkan iman kita, kedalaman iman kita, maka kita akan menemukan sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang indah,” tambahnya.

Janji Juri

Sebelum berkat penutup dilaksanakan pengambilan janji juri. Ketua LP3KD Provinsi Sumsel, Alphonsus Supardi dalam pengantarnya mengemukakan bahwa para juri memiliki peran dan tanggung jawab penting dalam memastikan seluruh perlombaan berlangsung dengan jujur, adil, objektif, profesional, dan sesuai ketentuan.

Foto: Komsos KAPal

“Janji yang akan diucapkan bukan sekedar pernyataan formal, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab pelayanan di hadapan Tuhan untuk menghormati setiap peserta, menjaga integritas penilaian, serta menjunjung tinggi persaudaraan dalam iman,” tegasnya. 

Semangat Persaudaraan Sejati

Selanjutnya, Ketua Panitia Pesparani II Sumsel, Harmadi, dalam sambutannya mengungkapkan alasan pemilihan bulan Oktober sebagai waktu penyelenggaraan acara.

“Mengapa kita memilih di bulan Oktober? Karena spirit Sumpah Pemuda, 100% Katolik, 100% Indonesia, kita akan hidupkan kembali, kita semangatkan lagi dengan semangat Pesparani II ini,” ujar Harmadi.

Foto: Komsos KAPal

Ajang dua tahunan yang mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Harmoni, Bersaksi dalam Kasih di Tengah Keberagaman, Mewujudkan Sumsel Maju melalui Persaudaraan Sejati” ini diikuti oleh 727 peserta dan official dari 9 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Jika digabungkan dengan panitia dan tamu undangan, total peserta yang memeriahkan acara mencapai lebih dari 1.000 orang.

Terdapat 13 cabang lomba yang dipertandingkan dalam perhelatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 ini, mulai dari berbagai kategori paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani, hingga bertutur Kitab Suci.

Melalui gelaran Pesparani II Sumsel ini, para peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi secara sportif, tetapi juga mampu membawa pulang pengalaman rohani yang mendalam serta mempererat persekutuan umat Katolik di tengah masyarakat yang majemuk.

***Fransiska Panca S

Leave a Reply

Your email address will not be published.