PALEMBANG — Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto, meninjau langsung persiapan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Auditorium Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang, Kamis (22/10/2026) malam. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi oleh Plt. Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sumsel, Alphonsus Supardi, Pembimas Katolik Sumsel, Leonardus Sutrisno, serta Ketua Panitia Pesparani II Sumsel, Harmadi.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober 2026 ini mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Harmoni, Bersaksi dalam Kasih di Tengah Keberagaman, Mewujudkan Sumsel Maju melalui Persaudaraan Sejati”. Ajang ini diikuti oleh 727 peserta dan official dari 9 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, seperti Kota Palembang, Prabumulih, hingga Lubuk Linggau, dengan mempertandingkan 13 kategori lomba mulai dari paduan suara, mazmur, bertutur Kitab Suci, hingga cerdas cermat rohani.
Romo Kristianto mengungkapkan bahwa Pesparani merupakan event yang luar biasa bagi Gereja Katolik di Sumatera Selatan karena menjadi wadah untuk mengembangkan dan membina umat.
“Pesparani merupakan event yang luar biasa tentu saja bagi Gereja di Keuskupan Agung Palembang, karena memang ini wadah untuk mengembangkan dan membina umat kita terutama dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi di bidang liturgi,” ujar Romo Yohanes Kristianto.
Ekspresi Iman dan Persaudaraan
Imam yang pernah berkarya di Paroki Katedral St. Maria Palembang ini menyampaikan bahwa menurutnya Pesparani tahun ini memiliki tiga hal penting yang akan nampak dalam perhelatan tersebut.

“Dalam Pesparani tahun ini ada tiga hal penting yang rasanya akan diungkapkan. Yang pertama, ini menjadi kesempatan ekspresi iman yang nanti akan nampak dalam lomba paduan suara, tutur Kitab Suci, tapi juga dalam cerdas cermat. Tentu saja ini sangat khas Katolik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Romo Kristianto juga menggarisbawahi gelaran Pesparani sebagai sarana mempererat persaudaraan antar peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan serta untuk mempertegas keberadaan umat Katolik di tengah-tengah masyarakat.
“Yang kedua, menjadi kesempatan untuk meningkatkan persaudaraan antar peserta yang berasal dari berbagai kabupaten yang ada di Sumatera Selatan ini. Ini juga sesuatu yang berharga dan penting. Lalu yang ketiga, ini kesempatan untuk mempertegas keberadaan kita sebagai Gereja Katolik di tengah-tengah masyarakat pada umumnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Romo Kristianto mengajak seluruh umat untuk memberikan dukungan penuh, baik dengan hadir secara langsung ke lokasi maupun melalui siaran langsung melalui kanal media sosial Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAPal bagi yang berhalangan hadir.
***TJK
