Keuskupan Agung Palembang menggelar pertemuan Pengolahan Pastoral (PenPas) Tahap II bagi para diakon yang dilaksanakan di Wisma Keuskupan Agung Palembang, pada 12-14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan lanjutan bagi para diakon dalam mempersiapkan diri menuju pelayanan imamat yang semakin matang dan bertanggung jawab.
Pertemuan ini dihadiri oleh lima diakon, yakni Diakon Bednadetus Aprilyanto (Komsos KAPal), Diakon Markus Trio (Paroki St. Paulus Muara Bungo), Diakon Yohanes Gusti Randa (Kuasi Paroki St. Yohanes Paulus II Binakarsa), serta Diakon Viktorinus Sidik dan Diakon Sebastianus Wahyudi (Kuasi Paroki St. Maria Bunda Gereja Tebo). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk memperdalam kesiapan pastoral, baik dalam aspek spiritualitas, pelayanan, maupun pengelolaan kehidupan gerejani.
Hadir sebagai pendamping dalam pertemuan ini adalah Romo Agustinus Ekoharmoko dan Romo Simon Margono. Pendampingan ini membantu peserta merefleksikan pengalaman pelayanan sekaligus memperoleh arahan praktis dalam menjalani tugas Gereja di tengah umat.

Dalam sesi utama, masing-masing diakon membagikan pengalaman dari tempat pelayanan mereka, khususnya terkait katekese dan pewartaan iman. Sharing ini membuka ruang saling belajar mengenai dinamika umat, tantangan pastoral, serta pendekatan kreatif dalam menyampaikan ajaran iman secara kontekstual.
Materi Pertemuan dan Sharing Pengalaman
Romo Eko Harmoko memberikan materi mengenai administrasi Gereja yang tertib dan bertanggung jawab. Ia juga menyampaikan pembahasan tentang kode etik imam dan calon imam di lingkungan Keuskupan Agung Palembang sebagai pedoman menjaga integritas pelayanan.
Sementara itu, Romo Simon Margono membagikan pengalaman konkret tentang pengelolaan administrasi Gereja selama masa pelayanannya di sejumlah paroki. Sharing tersebut memberikan gambaran nyata tentang pentingnya kedisiplinan, koordinasi dengan umat, serta kesiapan menghadapi kebutuhan pastoral yang beragam.
Peneguhan Pelayanan
Pertemuan PenPas Tahap II ini diharapkan semakin meneguhkan para diakon dalam menjalani panggilan pelayanan. Melalui refleksi dan kebersamaan selama tiga hari, para peserta diharapkan semakin siap melayani umat dengan semangat pewartaan iman yang setia, profesional, dan penuh tanggung jawab.
***Diakon Bednadetus Aprilyanto
