
Dalam doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo mengajak umat untuk menghidupi iman yang membebaskan hati dari kecemasan akan harta dan pencapaian. Ia juga menegaskan bahwa panggilan orang Kristiani adalah menghadirkan persaudaraan dan perdamaian bagi semua orang.
Pada Minggu Paskah kelima, Paus menjelaskan bahwa sabda Yesus menjadi semakin jelas ketika dilihat dalam terang kebangkitan-Nya. Seperti yang dialami Gereja perdana, apa yang dulu sulit dipahami oleh para murid kini justru kembali diingat, menghangatkan hati, dan menumbuhkan harapan baru.
Merenungkan Injil Perjamuan Terakhir dalam terang kebangkitan, Paus menyoroti janji Kristus yang mengantar kita pada misteri kemenangan atas kematian: bahwa Yesus pergi untuk menyediakan tempat bagi kita, dan akan datang kembali untuk membawa kita tinggal bersama-Nya.
Paus kemudian membandingkan dua cara pandang hidup. Dunia lama sering ditandai oleh persaingan dan sikap eksklusif, di mana hanya sebagian orang yang dianggap berharga. Namun dalam Kerajaan Allah, semua orang memiliki tempat. Setiap pribadi dihargai dalam keunikannya—tidak ada yang tersisih atau dilupakan. Meskipun kematian seolah menghapus nama dan kenangan seseorang, di hadapan Allah setiap orang tetap utuh dan berharga.

Lebih lanjut, Paus mengajak umat untuk percaya kepada Kristus. Iman yang sejati membebaskan manusia dari kecemasan untuk memiliki dan meraih pengakuan. Nilai diri manusia tidak ditentukan oleh penghargaan dunia, melainkan oleh kasih Allah yang memberi martabat tak terbatas kepada setiap orang.
Akhirnya, Paus menegaskan bahwa orang Kristiani dipanggil untuk mulai menghadirkan “surga” itu sejak sekarang, melalui kasih persaudaraan. Dalam kasih seperti ini, setiap orang menemukan jati dirinya yang sejati sebagai pribadi yang unik di tengah sesama.
Sebagai penutup, Paus mempercayakan pesan ini kepada Bunda Maria, seraya berdoa agar setiap komunitas Kristiani menjadi rumah yang terbuka bagi semua orang dan penuh perhatian terhadap setiap pribadi.
**Moriba Camara, S.J.
Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Diakon Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-05/pope-UQBWRFuk-BJ_JA4XswSoaPFvd-uYwLHZtrXqiMLIyLeyl5Y_-on-earth.html
