Paus: Di tengah perubahan zaman, kita dipanggil untuk memberi diri dengan murah hati

Paus Leo bertemu dengan para anggota Konferensi Waligereja Italia. | Foto: Vatican Media

Paus Leo XIV menerima para karyawan Konferensi Waligereja Italia bersama keluarga mereka, dan menegaskan bahwa di tengah perubahan zaman yang begitu mendalam, Tuhan memanggil umat-Nya bukan untuk mundur atau takut, melainkan untuk memberi diri secara total dan murah hati.

Dalam audiensi tersebut, yang juga dihadiri oleh Matteo Zuppi dan Giuseppe Baturi, Paus menekankan tiga hal penting dalam pelayanan Gereja: semangat melayani, rasa memiliki, dan kesadaran akan misi.

Berbicara kepada sekitar 800 orang, Paus menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia menekankan pentingnya bekerja dengan ketelitian, kesabaran, dan kesetiaan, serta menjaga lingkungan kerja dengan baik. Hal-hal sederhana ini, menurutnya, memiliki nilai besar di hadapan Allah bila dilakukan dengan iman dan kasih.

Paus Leo bersama Matteo Zuppi, ketua Konferensi Waligereja Italia. | Foto: Vatican Media

Paus juga mengingatkan bahwa lembaga-lembaga Gereja bukan sekadar struktur administratif, tetapi sarana untuk mempersatukan Gereja dalam persekutuan. Pelayanan mereka adalah “pelayanan bagi pelayanan”—sebuah karya yang mendukung karya orang lain, sehingga Gereja dapat terus mewartakan Injil dan menghadirkan Kristus di tengah dunia.

Ia menegaskan bahwa pusat dari semua pelayanan bukanlah individu atau program, melainkan Tuhan sendiri. Melayani dalam Gereja berarti ambil bagian secara aktif dalam kehidupan Tubuh Kristus, bukan sekadar menjalankan tugas. Karena itu, Paus mengajak semua untuk memiliki rasa keterikatan yang mendalam dengan Gereja, seperti seseorang yang mencintai dan merasa menjadi bagian darinya.

Lebih lanjut, Paus menyoroti bahwa kita hidup di zaman yang penuh perubahan besar—dalam keluarga, pendidikan, dunia kerja, komunikasi, hingga cara iman diwariskan. Namun demikian, tugas Gereja tetap sama: mewartakan Kristus, membangun jembatan, menjalin relasi, serta menghadirkan kasih dan perhatian bagi siapa saja yang membutuhkan.

Paus berbicara kepada para karyawan Konferensi Waligereja Italia. | Foto: Vatican Media

Karena itu, Paus menegaskan bahwa Tuhan tidak menghendaki umat-Nya hidup dalam ketakutan atau menarik diri, melainkan berani memberi diri dengan tulus, agar terang Injil dapat menjangkau setiap orang di dunia saat ini.

Sebagai penutup, Paus mempercayakan perjalanan Gereja di Italia kepada doa para santo pelindungnya, yaitu Fransiskus dari Assisi dan Katarina dari Siena.

**Isabella Piro

Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Diakon Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-05/pope-leo-italian-bishops-employees-cei-give-generously.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.