Lembaga Pendidikan Katolik mesti Bangkit

Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Palembang menyelenggarakan Seminar Pendidikan dengan tema “Sekolah Katolik Sekarang dan ke Depan dalam Tantangan dan Tekanan, apa Solusinya?”

Seminar yang dilaksanakan secara daring dan luring dalam rangka Dies Natalis ke-7 UKMC ini digelar di Gedung Yoseph Aula Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Katolik Musi Charitas Palembang, Senin (18/7).

Seminar Pendidikan ini menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang, yaitu Uskup Agung Palembang Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung Dr. Sr. M. Pauli FSGM M.Sc., Ed., Ketua Komisi Pendidikan (Komdik) KAPal dan Yayasan Xaverius Palembang Rm Stefanus Supardi, S.Ag., M.Pd., dan Yoseph Handoko, S.T., M.T Kepala Media Komunikasi ISKA DPC Kota Palembang.

Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono

Ada pun tamu undangan yang hadir sebagai peserta adalah perwakilan tenaga pendidik sekolah katolik dari berbagai Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) yang berada di Keuskupan Agung Palembang.

Seminar yang dipandu oleh Sekjend ISKA DPC Kota Palembang Frans de Sales Billy Jaya, S.E. ini diawali dengan sambutan Koordinator Seminar Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM.

Para narasumber bersama penyelenggara Seminar Pendidikan dalam rangka Dies Natalis ke-7 UNIKA MUSI Charitas Palembang

Ia memaparkan bahwa hal utama dalam menghadirkan pendidikan katolik yang berdaya saing dan bermutu tidak terlepas dari kekhasan lembaga pendidikan katolik yaitu setia pada pencerdasan kehidupan bangsa. Setia pada chiri khas katolik dan setia terhadap semangat atau spiritualitas pendiri serta misi pendidikan yang integral, holistik, cinta tanah air dan peduli serta yang paling penting adalah memerdekakan manusia. Namun, akibat kurangnya kualitas pendidik, pendidikan semakin tidak mengenal harmonisasi dan humanisasi serta menurunnya kualitas pembelajaran. 

“Sebuah fenomena bahwa sekolah katolik mulai ditinggalkan dan banyak mulai ditutup. Kita sedang tidak baik-baik saja baik internal maupun eksternal. Saat ini sekolah katolik atau LPK menghadapi tantangn relevansi, sehingga perlu mendefinisikan ulang apa yang menjadi kekhasan serta harus berani berubah. Setiap sekolah katolik atau LPK pasti ada potensi-potensi baik yang perlu diapresiasi dan dijadikan sebagai contoh perubahan,” kata pria yang akrab disapa Pak Heri itu.

Para narasumber Seminar Pendidikan dalam rangka Dies Natalis ke-7 UNIKA MUSI Charitas Palembang

Seminar tersebut diadakan sebagai buah dari webinar studi Komdik KWI dan APTIK 9 Juni lalu.  Ada kebutuhan perlunya awarenes pimpinan ayasan dan lembaga pendidikan katolik sebagai titik awal leadership dalam keberanian untuk  positioning pada tujuan luhur pendidikan, namun fleksibel terhadap perubahan politik anggaran yang kuat bagi pengembangan SDM termasuk kesejahteraan, training, development, happines, excellent dan menggenjot pengembangan pedagodi dan andragogi bagi para pendidik ke arah model pembelajaran yang khas.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si., Ia menyampaikan bahwa terdapat begitu banyak keprihatinan bagaimana eksistensi sekolah-sekolah katolik yang awalnya begitu diagungkan menjadi salah satu tempat untuk menghasilakan pemikir-pemikir bahkan juga orang-orag yang kemudian terlibat dalam pemerintahan, tapi pada perjalanannya mengalami situasi yang tidak mudah.

Sesi tanya jawab Seminar Pendidikan dalam rangka Dies Natalis ke-7 UNIKA MUSI Charitas Palembang

Ia mengatakan, sebagai satu-satunya Universitas Katolik yang berada di Keuskupan Agung Palembang, UKMC juga turut ambil bagian dalam menghadapi situasi tersebut dengan berdiskusi bersama melaui seminar pendidikan.

“Kami juga turut ambil bagian untuk terlibat dalam proses studi, berpikir, berdiskusi tentang bagaimana situasi yang ada. Harapannya kita tidak cukup hanya sebatas diskusi dan cukup membangun gagasan. Tetapi setelah kita harus membuat sebuah tindakan nyata. Berpikir untuk membuat langkah-langkah strategis yang implementatif dan juga diiringi dengan langkah-langkah operasionil. Langkah-langkah yang sangat praktis yang bisa diterapkan oleh siapa saja.” tutur Rektor Universitas Katolik Musi Charitas ini.

Sebagai lembaga pendidikan berada di bawah naungan Keuskupan Agung Palembang, UKMC siap menjadi inisiator dan motor untuk menyiapkan strategi-strategi implementatif dan juga hal-hal praktis, supaya lembaga pendidikan katolik bisa adaptif. Ada cita-cita dan harapan besar untuk mengembalikan kejayaan pendidikan katolik masa lalu yang sangat diagungkan.

Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si. (kiri) menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada salah seorang narasumber Yoseph Handoko, S.T., M.T (kanan)

Untuk mewujudkan hal tersebut, Unika Musi Charitas tidak akan berjalan sendiri. UKMC juga mengajak seluruh lembaga pendidikan katolik di Keuskupan Agung Palembang,  pengelola yayasan, pimpinan sekolah, guru, dosen, tenaga pendidikan, karyawan serta semua masyarakat berjalan bersama dan bergotong-royong untuk mengembalikan kejayaan eksistensi Lembaga Pendidikan Katolik.

Melalui seminar tersebut peserta diajak untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan di antara akademisi, peneliti dan praktisi serta regulator pemerintah. Seminar ini juga diharapkan dapat membangun jaringan solidaritas komunikasi yang baik dengan semua pihak, sehingga hasil rekomendasi seminar yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi strategi konkrit untuk mewujudkan kebangkitan sekolah katolik di Keuskupan Agung Palembang. **

Kristina Yuyuani Daro

Leave a Reply

Your email address will not be published.