Sekretaris Jenderal COMECE Mengatakan Undang-undang SoHO Ancam Martabat Hidup

Sekretaris Jenderal Komisi Konferensi Waligereja Uni Eropa (COMECE) menyatakan keprihatinannya mengenai posisi Parlemen Eropa mengenai regulasi yang disebut “zat yang berasal dari manusia” (SoHO) Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (12/9), Komisi Konferensi Waligereja Uni Eropa (COMECE) dan Katholisches Büro di Berlin menyatakan keprihatinan mendalam mereka mengenai rancangan posisi Parlemen Eropa mengenai regulasi “zat” berasal dari manusia” (SoHO).

Sehubungan dengan undang-undang yang baru disahkan, Pastor Barrios Prieto, Presiden COMECE berbicara dengan Vatican News, menjelaskan beberapa aspek SoHo yang harus ditinjau kembali.

Pastor Manuel Barrios Prieto (Reservados los derechos de autor Prohibida la reprodc)

Apa arti konkrit hasil pemungutan suara hari ini? Apakah ini merupakan langkah pertama menuju undang-undang yang lebih kuat mengenai penggunaan embrio manusia?

Sebenarnya saya akan mengatakan sebaliknya. Menurut saya dunia saat ini belum berjalan ke arah yang benar karena peraturan ini, yang pada prinsipnya baik karena mengatur suatu isu yang sangat penting, seperti penggunaan bahan-bahan yang berasal dari manusia – itulah yang dimaksud dengan SoHO: bahan-bahan yang berasal dari manusia – asal usul manusia – ini sangat penting untuk tujuan medis, untuk memiliki undang-undang yang jelas; juga, pada beberapa isu yang lebih luas, tentang apa itu SoHO, bagaimana menggunakannya, kriteria jaminan keselamatan dan kriteria kualitas.

Jadi menurut saya peraturan ini sangat bermanfaat.

Tapi yang jadi persoalan kami, di aturan ini, istilah SoHO itu kurang jelas. Dan definisi pasal tiga peraturan ini sangat luas sehingga bisa mencakup juga, dan saya kira bisa mencakup embrio, misalnya.

Jadi kami menganjurkan perbedaan yang jelas antara sel, jaringan, plasma, dan embrio. Embrio memiliki martabat dan harus dihormati. Jadi menurut saya ini penting sekali bagi kami dan dalam regulasi ini belum jelas.

Masalah-masalah lain juga tidak jelas, yang menurut saya perlu diklarifikasi. Misalnya saja kompetensi negara-negara anggota terhadap isu-isu terkait SoHo yang mempunyai implikasi etis. Saya pikir negara-negara anggota harus diperbolehkan untuk menerapkan norma-norma yang lebih ketat mengenai masalah ini. Dan persoalan ketiga yang dalam beberapa hal membuat kita kuatir adalah, menurut saya, beberapa praktik seleksi manusia dapat dimasukkan dalam norma-norma ini. Ada pengujian kapan SoHo mungkin berbahaya atau tidak. Jadi menurut saya ada beberapa hal yang perlu diperjelas dalam peraturan ini.

Bagaimanakah terdampaknya harkat dan martabat hidup manusia pasca pemungutan suara seperti saat ini? Bagaimana kehidupan manusia dapat dipertahankan dan ditingkatkan?

Nah, jika embrio ditempatkan pada level yang sama dengan sel manusia, apapun sel, jaringan, atau darahnya. Jelas sekali kita sedang merendahkan embrio. Nah disitulah peraturan ini bagi kami agak mengkuatirkan. Kami harus memperjelas istilah-istilah yang digunakan.

Lalu, menurut saya, peningkatan kehidupan manusia, setidaknya dari sudut pandang COMECE, sangat berkaitan dengan kerja sama dengan para pembuat kebijakan di Uni Eropa, untuk membuat mereka memahami hal-hal yang penting bagi kita, seperti perlindungan terhadap kehidupan manusia.

Dan kehidupan dimulai tidak hanya setelah dilahirkan, tetapi kehidupan dimulai dari sebelumnya, sejak pembuahan, dan hal inilah yang harus kami coba jelaskan kepada para pembuat kebijakan di Uni Eropa.

Dan kemudian saya pikir misi lain yang kita miliki sebagai COMECE adalah mencoba untuk mempromosikan – juga dengan politisi yang dekat dengan kita – undang-undang yang membela dan memajukan kehidupan manusia, terutama ketika manusia lebih rentan.

** Vatican News

Leave a Reply

Your email address will not be published.