SIGNIS Indonesia culture visit (kunjungan budaya) berlangsung tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (2-4/6). Ini merupakan kegiatan baru yang diusung dalam Rapat Anggota Tahunan SIGNIS Indonesia ke-48. Romo Antonius Gregorius Lalu, Presiden SIGNIS Indonesia, menjelaskan tentang kegiatan ini.

“(Rapat) kali ini memang sangat unik, karena ada acara yang kami sebut culture visit. Bapak uskup (Mgr. Agustinus Agus) yang menawarkan. Harinya pun panjang, 3 hari. Luar biasa. Sama harinya (lamanya) dengan hari rapat. Tetapi mengapa kami setuju dan mendukung acara ini? Karena kami merasa tahun lalu, Paus Fransiskus dalam pesan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-55 berpesan ‘Datang dan Lihatlah!’ maka kami mau datang, kami mau lihat. Dan tahun ini, Paus Fransiskus berpesan ‘Mendengarkan dengan Telinga Hati. Jadi lengkap. Kami mau datang, lihat, dan dengar,” jelas imam asal Manado ini.

Kamis pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar 30 peserta Rapat Anggota Tahunan SIGNIS Indonesia ke-48 dan panitia lokal menyiapkan seluruh barang bawaan mereka. Hari ini, mereka akan memulai Culture Visit, yang didahului dengan makan siang bersama Bupati Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Bapak Sebastianus Darwis, S.E., M.M. beserta jajaran pemerintahan dan aparatur keamanan Kabupaten Bengkayang. Dari Rumah Retret Santo Johanes Paulus II di Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, butuh waktu sekitar 3 jam dengan kendaraan mini bus.

Kantor Bupati Kabupaten Bengkayang tampak ramai siang itu. Rupanya acara yang diselenggarakan di sana. Peserta Rapat SIGNIS dan panitia lokal segera diarahkan ke sebuah semi indoor hall. Dari lantai dua kantor bupati, disajikan pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Kanan, kiri, depan, belakang dari kantor ini dikelilingi bukit. Ada juga pepohonan yang tertata rapi, apik dipandang mata. Sembari menunggu kehadiran tuan rumah, para peserta mengeluarkan gadgets mereka, mengabadikan tempat ini.

Saat bupati datang, para tamu undangan pun disilahkan menikmati santap siang yang telah disediakan. Sepanjang itu, peserta juga dihibur dengan beberapa buah lagu tembang kenangan. Usai makan, acara dilanjutkan dengan mengenal lebih jauh Kabupaten Bengkayang, yang menjadi tujuan culture visit kali ini.

“Kami mau alami sendiri cerita kisah tentang kebudayaan, tempat yang ada di Kalimantan Barat ini, terlebih yang ada di Kabupaten Bengkayang,” begitu kata Romo Antonius, yang akrab disapa Romo Steven, dalam kata sambutannya dihadapan Uskup Agung Agustinus Agus, Bupati Bengkayang, beserta jajaran pemerintahan serta aparatur keamanan, dan para tamu undangan SIGNIS Indonesia.
“Kami semua adalah pekerja media. Jadi di 28 tempat akan diceritakan tentang Bengkayang,” lanjut Romo Steven, yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Memang hampir semua peserta SIGNIS Indonesia adalah admin dari akun media offline maupun online milik keuskupan-keuskupan se-Indonesia. Romo Steven meminta peserta rapat SIGNIS Indonesia untuk menceritakan apa yang mereka lihat ke masyarakat luas, melalui media yang mereka kelola.


“Silahkan kita promosikan, karena memang tugas para pekerja media komunikasi sosial, kami semua, adalah mewartakan, menceritakan kebenaran, menceritakan kebaikan. Apa yang baik di sini, harus diceritakan kepada banyak orang, supaya memberi inspirasi kepada banyak orang,” katanya.

Berkisah Soal Kabupaten Bengkayang
Bupati Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Bapak Sebastianus Darwis, S.E., M.M. mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan. Ia menyebut Kabupaten Bengkayang sebagai Bumi Sebalo.
“Mengapa dikatakan Bumi Sebalo? Karena ada Sungai Sebalo yang membelah Kota Bengkayang. Kabupaten Bengkayang terbentuk dari pemekaran Kabupaten Sambas, secara resmi tahun 1999. Tahun 2001, Bengkayang memekarkan Kota Singkawang. Awalnya Bengkayang ada 10 Kecamatan, sekarang sudah 17 kecamatan,” kata Bapak Sebastianus Darwis, mengawali sambutannya siang itu.
Bapak Bupati juga memperkenalkan secara singkat potensi-potensi alam Kabupaten Bengkayang. “Di sini ada 12 pulau, 6 pulau berpenghuni, 6 pulau tidak berpenghuni. Dari Jagoi Babang ke Kuching (Ibu Kota Negara Bagian Sarawak, Malaysia) hanya sekitar 45 menit. Dekat daerah perbatasan. Ini PLBN (Pos Lintas Batas Negara) yang paling dekat jaraknya. Kita punya banyak potensi wisata. Potensi ini akan kami gali supaya menjadi destinasi wisata Kalimantan Barat maupun nasional,” katanya.
Kabupaten Bengkayang punya banyak potensi alam, mulai dari pertanian, perkebunan, dan pariwisata, yang juga otomatis dapat menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar. Berikut beberapa potensi pariwisata yang bisa membuat Anda berdecak kagum. **Kristiana Rinawati








