The agents of change atau agen-agen perubahan adalah sikap yang ditanamkan dalam diri setiap peserta didik Xaverius Emmanuel Tanjung Enim. TK, SD, dan SMP Xaverius Emmanuel merupakan lembaga pendidikan Katolik. Sekolah Katolik ini tidak hanya mengejar keutamaan pengetahuan, inteligensi, dan ketrampilan saja, melainkan dapat menumbuhkan manusia yang terpelajar dalam hal karakter. Maka, Xaverius Emmanuel Tanjung Enim menekankan pendidikan yang holistik atau menyeluruh.

“Dalam jenjang TK, kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pendidikan karakter adalah drum band, tari kreasi, bahasa Inggris. Harapannya, mutu sekolah semakin baik, kerjasama dengan pihak terkait semakin erat, jumlah siswa meningkat, SDM hendaknya linier, dan semoga Katolisitas tetap terjaga,” kata Rosalia Rudatin, S.Pd. PAUD, kepala sekolah TK Xaverius Emmanuel Tanjung Enim.
Keistimewaan lain TK ini adalah bertumbuhnya paguyuban (komite) yang sangat membantu proses kemajuan sekolah.

“Kegiatan di luar sekolah, kami bekerjasama dengan pihak lain yang berada di sekolah-sekolah. Misalnya, Puskesmas untuk pemeriksaan tumbuh kembang anak, Perusahaan PTBA dalam pengadaan alat bantu pelajaran, Pemerintah APBN dalam pengadaan tempat bermain di luar,” imbuh perempuan kelahiran Sindang Jaya, 14 November 1968 ini.
Sedangkan di jenjang SD dan SMP, pendidikan karakter diupayakan dalam kegiatan ekstrakurikuler.

“Bina vokal adalah salah satu wadah mengembangkan bakat dan juga pembinaan karakter. Di sana, anak-anak belajar kerjasama, saling menghargai, dan toleransi. Menyadari bahwa perbedaan itu indah laksana gabungan suara sopran, alto, tenor, dan bas ataupun gabungan nada alat musik,” jelas Bapak Yudha, wali kelas VI.
Sedangkan di SMP, kegiatan pramuka menjadi salah satu wadah baik untuk pendidikan karakter.

“Melalui kegiatan pramuka, anak-anak belajar memaksimalkan setiap potensi yang ada dalam diri mereka, baik intelektual, spiritual, sosial, dan fisik. Anak-anak belajar bersosialisasi, kerja sama, mandiri, dan nilai-nilai baik lainnya” urai Ibu Mariani Samosir, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Xaverius Emmanuel.
Selain pramuka, English club menjadi tempat untuk menyalurkan talenta peserta didik.

“Ketika saya dipercaya untuk mendampingi anak-anak dalam mengikuti lomba, saya selalu mengajarkan do the best that you can. Kalau menang itu bonus. Kalau tidak berhasil, kita sudah berusaha. Tetap rendah hati dikala berhasil. Jangan meremehkan namun harus mempersiapkan dengan baik,” kata Ibu Sisilia Dian Lestari, S.Pd, pembina English club SMP Xaverius Emmanuel.





Ekstra English club SMP Xaverius Emmanuel Tanjung Enim pernah meraih juara 1 dan juara 3 dalam lomba story telling di MTs 2 Muara Enim.
“Di tengah persaingan sekolah saat ini, kita harus mempertahankan mutu dan kualitas. Salah satunya dengan mengikuti lomba-lomba supaya sekolah dikenal oleh masyarakat luas,” jelas guru kelahiran 27 Oktober 1982 ini.
Selain itu, ia berharap, melalui English club, talenta peserta didik tersalurkan dan karakter anak terbina dengan baik.
**RD Widhy
