Berawal dari ingin naik mobil seperti romo yang bertugas di parokinya, muncullah keinginan Bayu kecil untuk menjadi seorang imam. Keinginan masa kecil itu berlalu begitu saja seiring berjalannya waktu. Namun, ketika menjadi anak pastoran, angan itu kembali muncul berbarengan dengan keteladanan dan acara harian sebagai anak-anak pastoran. Pendampingan imam dan rutinitas harian menyuburkan kehidupan imannya selama tinggal di pastoran.

“Saya meneruskan pendidikan di sekolah SMK Xaverius 02 Buay Madang Timur. Sekolah ini terletak di Belitang (BK 4), sehingga saya harus tinggal di paroki Trinitas Bangunsari. Situasi dan kondisi di paroki membuat saya termotivasi untuk menjadi imam,” ungkap RD Bernadus Bayu Susanto.



Ia menambahkan, motivasinya juga terbina karena keluhan umat perihal kekurangan iman. Keluhan ini pun ia rasakan ketika kakeknya meninggal tidak mendapatkan pelayanan dari imam karena kesibukan pelayanan. Ia menyadari bahwa motivasinya sangat sederhana, namun ia sungguh mengimani Allah yang memanggil, sehingga berani menata diri dalam proses pembinaan sebagai calon imam.



“Dalam menjalani panggilan sampai sekarang ini, saya merasa perjalanan ini sangat dinamis. Pasang surut dalam semangat panggilanpun saya alami. Akan tetapi saya tidak pernah lepas dari penyerahan kepada Tuhan, sang penyelengara panggilan itu. Saya sadari berkat kasih Allah yang begitu melimpah selalu menyertai saya. Tuhan telah menganugerahkan panggilan dan saya menjawabnya dengan iman yang teguh. Sebab itu, saya memilih motto panggilan dari Yesaya 41:10 ‘Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan’. Dari ayat tersebut saya mendapat keyakinan dan kekuatan bahwa Allah akan senantiasa mendampingi saya dalam langkah laku hidup saya. Saya semakin diteguhkan menjadi imam melalui pengalaman-pengalaman hidup setiap hari,” ungkap imam Diosesan KAPal kelahiran Bangunsari, 28 September 1995.



**RD Widhy
