Langkah Baru Pelayanan: Tiga Frater Dilantik Lektor-Akolit dan Pastor Marudut Resmi Inkardinasi di KAPal

Suasana khidmat menyelimuti Kapel Katedral St. Maria Palembang pada Senin (2/3/2026) pukul 18.00 WIB. Dua peristiwa penting bagi perjalanan pelayanan Gereja terjadi dalam satu perayaan Ekaristi, yakni pelantikan pelayan sabda dan altar yang baru, serta peresmian status kanonik seorang imam.

Mgr. Yohanes Harun Yuwono memimpin perayaan Ekaristi didampingi oleh Romo Dominggung Koro dan Romo Marudut Xaverius Nainggolan. | Foto: Romo A. Vian Dharma

Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, memimpin langsung pelantikan lektor dan akolit bagi tiga frater, yaitu Fr. Mikael Owen Narahawarin, Fr. Andreas Leaq, dan Fr. Ronald Venansius Gallang Fofid. Dalam momen yang sama, Pastor Marudut Xaverius Nainggolan secara resmi diinkardinasikan menjadi imam Keuskupan Agung Palembang, menandai komitmen penuhnya untuk melayani umat di bawah bimbingan Bapa Uskup.

Langkah Nyata Menuju Imamat

Ketua Unio Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Dominggus Koro, yang mendampingi Uskup dalam pengantarnya menegaskan bahwa pelantikan lektor dan akolit ini bukanlah sekadar seremoni biasa. Baginya, ini adalah langkah konkret dalam perjalanan panggilan menuju imamat. Sebagai lektor, ketiga frater tersebut kini dipanggil untuk semakin mencintai, menghayati, dan mewartakan Sabda Allah melalui hidup yang selaras dengan apa yang mereka wartakan.

Menjadi Pelayan yang Murah Hati

Selain pelantikan para frater, umat Katolik di Palembang juga menyambut hangat inkardinasi Pastor Marudut Xaverius Nainggolan. Dengan status inkardinasi ini, Pastor Marudut kini terikat secara kanonik dan pastoral pada Keuskupan Agung Palembang, siap mencurahkan seluruh pengabdiannya bagi umat di keuskupan ini.

Romo Marudut menandatangani berkas inkardinasi. | Foto: Romo A. Vian Dharma

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes mengajak seluruh umat untuk merenungkan kasih dan pengampunan Allah. Mengacu pada Kitab Daniel dan Injil Lukas, Bapa Uskup menekankan bahwa setiap orang memiliki masa lalu, namun pintu masa depan yang lebih baik tidak pernah tertutup bagi siapa pun.

“Hendaknya kamu murah hati, sebagaimana Bapa-Mu adalah murah hati,” tegas Bapa Uskup.

Beliau mengingatkan para calon imam dan imam yang baru dilantik agar senantiasa menjadi pelayan belas kasih dan menghadirkan wajah Gereja yang penuh pengampunan serta harapan bagi sesama.

Tiga frater menerima pelantikan Lektor dan Akolit. | Foto: Romo A. Vian Dharma

Perayaan ini menjadi simbol syukur sekaligus harapan besar bagi Keuskupan Agung Palembang dalam mempersiapkan pelayan-pelayan Gereja yang setia, rendah hati, dan penuh kasih di tengah umat Allah.

***Rm. Paulus Miki Tobat

Leave a Reply

Your email address will not be published.