Sinergi Gembala dan Umat: Hari studi Imam KAPal 2026 Fokus Pada Tanggap Bencana dan Kaderisasi

Peserta Hari Studi Imam | Foto : Komsos KAPal

Di tengah suasana masa Prapaskah yang khidmat, para pelayan gereja dan perwakilan umat di lingkungan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) berkumpul dalam sebuah pertemuan  penting. Kegiatan bertajuk Hari Studi Imam Keuskupan Agung Palembang 2026 resmi dibuka pada Selasa (3/3) di Wismalat Podomoro, Banyuasin.

Tahun ini, pertemuan tersebut terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para imam, tetapi juga melibatkan biarawan, biarawati, hingga perwakilan lembaga pendidikan dan organisasi umat untuk memperkuat sinergi pastoral di lima dekanat.

Peserta Hari Studi Imam | Foto : Komsos KAPal

Dari Devosi Menuju Aksi

Mengusung tema besar “Dari Devosi Menuju Aksi: Paroki Tanggap Bencana dan Kaderisasi Demi Gereja yang Berdaya”, kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (5/3) ini bertujuan mengubah refleksi iman menjadi gerakan nyata. Vikaris Jenderal (Vikjen) KAPal, Romo Yohanes Kristianto, menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar wacana intelektual, melainkan sebuah seruan untuk pertobatan ekologis dan penguatan struktur Gereja dari akar rumput.

Apresiasi

Dalam sambutannya, Romo Yohanes Kristianto menyapa 170 peserta yang hadir dari Dekanat Belitang, Jambi, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Palembang. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang tetap ceria meski menempuh perjalanan jauh menuju Wismalat Podomoro.

Romo Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang | Foto : Komsos KAPal

“Kita berhimpun dalam forum hari studi imam dengan sebuah tema yang saya kira sangat krusial bagi keuskupan kita. Ini adalah perpaduan tema Tahun Arah Dasar (Ardas) kita, Tahun Devosional, dan prioritas pastoral yang gencar ditekankan oleh Bapa Uskup,” ungkap Romo Kristianto.

Perluasan Partisipasi dan Sinergi Pastoral 

Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini. Jika biasanya hari studi hanya diperuntukkan bagi para imam, kali ini kepesertaan diperluas. Tampak hadir perwakilan dari WKRI, PMKRI, Pemuda Katolik, FMKI, lembaga pendidikan, hingga Bimas Katolik.

Peserta Hari Studi Imam | Foto : Komsos KAPal

Tujuannya jelas, agar para imam dan agen pastoral lainnya semakin bersinergi dalam merealisasikan paroki yang tanggap bencana yang berkaitan erat dengan isu ekologi dan semangat Laudato Si—serta penguatan kaderisasi.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.